Ketemu

24 5 1
                                    

Minggu pagi ini diisi dengan ritual bermalas-malasan ala Rain.

*tok tok tok*

Rain menoleh ke arah pintu
"Masuk aja" Rain kembali fokus dengan gulingnya.

"Kak itu ada tamu salam dulu yuk keluar" Rain menoleh ke sumber suara .

"Siapa ma?" Rain menatap mamanya bingung.

"Itu tetangga kita dulu waktu di Jakarta, ayo keluar salam dulu." Jawab mama.

"Hm yaudah mama duluan aku nyusul" Rain beranjak dari kasurnya dengan malasnya.

Mama mengangguk dan menutup pintu kamar Rain.

Rain mengikat rambutnya asal, tampilannya sekarang ini berantakan sekali.

Rain berjalan keluar dari kamar dan segera berjalan ke arah ruang tamu.

Rain langsung memasang senyumam di wajahnya agar tidak canggung dan menyalami pasangan suami istri yang terlihat seperti seumuran dengan papa mamanya, dan tidak lupa ia juga menyalam anak dari tamu tersebut.

Selesai menyalami tamu, ia ikut duduk di sebelah mamanya.

"Ini Rain ya? Yaampun kamu udah besar ya, terakhir om liat kamu masih tk tau" Rain hanya tertawa saat mendengar itu.

"Ohiya kamu masih kenal om ga ? Ini om Fari, ini istri om namanya tante Nita, nah itu anak om namanya Alam" Om Fari memperkenalkan satu-satu dari mereka.

Rain hanya mengangguk tanda mengerti, namun tiba-tiba dia mematung.

"A-alam?" Rain menatap mereka dengan tatapan tak percaya.

"Hai Rain" Alam menyapa Rain yang masih terdiam.

"Ehiya hai" Rain sangat canggung saat ini.

"Ciee kaku amat neng" Goda mama yang disambut tawa oleh semua orang disana kecuali Rain.

"Biasa aja tau" Rain jawab dengan nada sedikit ngegas.

"Hahaha pasti canggung ya karena udah lama ga ketemu" Om fari menambahi.

"Ngga kok om" Jawab Rain dengan suara pelan.

"Jadi Far si Alam udah lu daftarin belom?" Papa mengalihkan topik.

"Udah, besok udah mulai sekolah kan" Om Fari sesekali melirik ke arah Rain dan tersenyum.

"Satu sekolah kan sama Rain?" Mama kali ini ikut bertanya.

"Iya dong" Tante Nita menjawab dan tersenyum.

Rain gugup sekali saat ini, secara tiba-tiba dia bisa bertemu dengan salah satu orang yang dia cari selama ini.

Rain pov

Pagi ini bener-bener banyak kejutan, ya bayangin aja saat ini aku duduk berhadapan sama orang yang selama ini aku cari! what the hell man?!

"Rain gimana?" Pertanyaan itu membuyarkan lamunanku.

"Gimana apanya?" Tanyaku balik.

"Besok berangkat bareng" Alam mengulangi ucapannya.

"Boleh" Aku meng-iyakan ajakannya.

"Aduh bisa-bisa kita besanan nih nit" Mamaku lagi-lagi mengejekku dan dibalas anggukan oleh tante Nita dan mereka tertawa.

Author pov

Mereka melanjutkan pembicaraan, bahkan sesekali ada saja lelucon yang terlontar dari mereka dan dibalas dengan gelak tawa.

Pagi berganti malam, Fari sekeluarga sudah pulang.

Rain dan keluarganya baru saja selesai makan malam.

Lies of lifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang