Healing

1.3K 238 10
                                        

Satu tahun telah berlalu sejak kepindahan mendadak itu. Auckland sedang berada dalam pelukan cuaca yang sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk Seoul yang ditinggalkan Chae-young. Di ruang tengah rumahnya yang luas, Chae-young sedang meringkuk di sofa dengan sebuah buku yang hanya ia pandangi halamannya tanpa benar-benar dibaca.

​Keheningan itu pecah ketika ponsel di sampingnya bergetar. Sebuah nama muncul di layar, membuat sudut bibir Chae-young terangkat tanpa sadar. Ia segera menggeser tombol hijau.

​"Halo, Sayang? Apa kabar? Kamu baik-baik saja di sana, kan?"

​Suara bariton yang hangat dan ceria menyapa dari seberang sambungan, seolah mampu menembus jarak ribuan kilometer.

​"Halo. Aku baik," jawab Chae-young singkat, mencoba menahan nada bicaranya agar tidak terdengar terlalu senang.

​"Duh, aku benar-benar rindu. Rasanya ingin cepat-cepat pulang ke sana. Tapi di sini masih banyak sekali urusan yang harus diselesaikan, benar-benar menyita waktu," keluh pria itu dengan nada manja yang khas.

​Mendengar itu, Chae-young mendengus, raut wajahnya berubah pura-pura kesal. "Makanya, segera selesaikan semua urusanmu itu! Jangan ditunda-tunda terus kalau memang ingin cepat ke sini!"

​Pria di seberang tertawa kecil, suara yang selalu berhasil membuat Chae-young tenang. "Iya, iya... Tenang saja. Sebenarnya ini sudah hampir selesai kok."

​Mata Chae-young membelalak. "Hah? Benarkah?! Jangan berbohong ya! Awas saja kalau sampai membohongiku, aku akan mengusirmu dari rumah saat kamu sampai di sini nanti!"

​"Kamu tidak akan tega mengusirku. Kamu kan sangat sayang padaku," balas pria itu dengan nada penuh percaya diri yang sangat tinggi.

​"Idih, percaya diri sekali! Tidak ya! Pokoknya jangan bohong!" Chae-young mengancam dengan nada manja sebelum akhirnya memutus sambungan telepon secara sepihak.

​Meskipun ia sering merasa kesal karena pria itu sering menunda-nunda kepulangannya ke Auckland, jauh di dalam hatinya Chae-young merasa lega. Namun, penantian tetaplah penantian; itu melelahkan. Ia merasa butuh suasana baru agar tidak terus-menerus memikirkan Korea.

​Chae-young segera menghubungi Somi, sahabat karibnya yang selalu siap untuk petualangan apa pun. Sebagai orang yang memiliki jadwal cukup padat, mereka memutuskan bahwa akhir pekan panjang kali ini harus diisi dengan me-time berkualitas.

​Tujuannya? Jepang.

​Setelah menempuh penerbangan yang cukup panjang, mereka akhirnya menginjakkan kaki di Tokyo. Kota yang tidak pernah tidur itu menyambut mereka dengan kerlap-kerlip lampu neon dan udara malam yang segar.

​Pukul 22.00 Sebuah Hotel di Tokyo
​Mereka baru saja selesai melakukan proses check-in dan meletakkan koper-koper besar mereka di dalam kamar hotel yang mewah. Namun, alih-alih merasa lelah, energi Chae-young justru seolah baru saja diisi ulang. Ia berdiri di depan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota Tokyo dari ketinggian.

​"Somi, ayo! Aku sudah tidak sabar!" seru Chae-young penuh semangat. Ia segera menyambar coat panjang dari dalam lemari dan memakainya dengan terburu-buru.

​Somi yang sudah merebahkan diri di atas kasur empuk hanya bisa menghela napas panjang, menatap langit-langit kamar dengan pasrah. "Astaga, Chae-young... Kamu tidak lelah apa? Kita baru saja sampai, aku merasa badanku hampir rontok!"

​"kita harus bergerak! Ayo, kita keliling area sekitar hotel sebentar saja. Sambil mencari udara segar," bujuk Chae-young sambil menarik tangan Somi.

​Somi akhirnya menyerah. "Ya sudah, ya sudah! Tapi tujuannya harus cari makanan enak, ya? Aku lapar sekali."

​"Tentu saja! Ayo!"

​Dengan langkah ringan dan tawa yang mulai pecah, keduanya meninggalkan kamar hotel. Chae-young merasa beban pikirannya sedikit terangkat. Di bawah langit Tokyo malam itu, ia siap untuk sejenak melupakan penantian dan menikmati waktu bersama sahabatnya, tanpa tahu bahwa dunia ini jauh lebih sempit daripada yang ia bayangkan.

Instagram

📍Tokyo, Jepang

📍Tokyo, Jepang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❤ 6.9890 💬 4.6902
roses_are_rosie Nights in Tokyo 🌙
Take by @ somsomi0309

6902roses_are_rosie Nights in Tokyo 🌙Take by @ somsomi0309

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeon somi

ECHOES OF ROSEANNE [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang