Mata somi bersitegang dengan mata adik tirinya jung cindy yang selalu membencinya sejak masa mereka sekolah. Tidak pernah sekalipun cindy bersahabat dengan somi meskipun hanya lewat tutur kata.
Somi terlalu lelah untuk mengajak wanita di depannya itu beradu mulut terlebih lagi kedua anak somi baru saja keluar dari rumah sakit karna keadaan keduanya sudah membaik. Sialnya somi, ia kira cindy sudah pulanv bersama dengan orang tua jungkook namun nyatanya mereka sama sekali belum beranjak dari sana. Somi bisa melihat raut wajah benci yang tertuju padanya dari ayah jungkook dan cindy berbeda dengan tatapan ibu jungkook yang selalu menatapnya dengan penuh sayang.
Lalu pria separuh baya itu berjongkok di hadapan kedua anak kembar yang masih lemas keduanya memegang erat tangan somi dan jungkook yang berdiri seperti dinding pelindung bagi mereka. Senyum pria paruh baya itu semakin lebar saat melihat kedua anak itu yang sama persit seperti turunan dari putranya.
Lalu jungkook yang tidak ingin ada keributan terlebih lagi kedua anak somi harus istirahat penuh untuk memulihkan keadaan mereka jungkook langsung mengendong suji ke gendongannya sedangkan somi ia mengendong suan.
Setelah itu jungkook mengambil salah satu tangan somi untuk ia genggam.
"Apa-apaan kalian ini? Kalian ingin menjauhkan cucu dari kakeknya"
Ucap ayah jungkook dengan nada tinggi kepada jungkook. Namun jungkook sama Sekali tidak peduli..ia hanya menatap malas kearah ayahnya.
"Sebelum mengakui kedua anak ini sebagai cucu mu terima dulu ibu yang melahirkan mereka"
Kata jungkook sambil menarik tangan somi pergi dari sana. Namun tidak semudah itu untuk mereka pergi dari tempat neraka itu cindy menghalang jalan keduanya dengan memblock jalan keluar dari sini. Jungkook semakin mendengus kesal namun sebelum ia memaki suji yang berada di gendongannya terlebih dulu membisikkan sesuatu ketelinga jungkook.
"Paman ayo semakin dekati tante itu biar suji yang beri dia pelajaran"
Jungkook dan suji tersenyum satu sama lain lalu jungkook melangkahkan kakinya semakin dekat dengan cindy sementara somi dan suan hanya menatap keduanya bingung.. Lalu tak lama kemudian kedua mata somi melebar tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan. Suji menjambak rambut cindy dengan brutal dan tangan mungilnya memukul-mukul wajah cindy sampai terlihat warna merah kebiruan di wajah wanita itu cindy mengeram kesal ia ingin membalas perbuatan suji pada tubuhnya namun tidak bisa karna jungkook memegang kedua tangannya dengan satu tangan sedangkan satunya menahan tubuh anak kecil yang tengah menghajarnya.
"Paman turunkan suji"
Jungkook menuruti permintaan suji barusan pria itu menurunkan anak kecil hingga kini tangannya sibuk mengunci pergerakan cindy agar tidak bisa membalas perbuatan suji padanya. Setelah suji turun anak itu meninju berkali-kali perut cindy dengan tangan mungilnya. Sementara cindy berteriak di iringi batukan karna pukulan suji barusan. Suan yang masih ada di gendongan somi langsung memberontak minta di turunkan oleh ibunya setelah somi menurunkan suan anak itu langsung menghampiri kakaknya untuk membantu kakaknya menghajar cindy.
Ayah jungkook yang melihat itu melongo tidak percaya anak sekecil itu bisa menghajar orang dewasa sampai babak belur seperti itu. Sementara ibu jungkook ia hanya tertawa melihat tingkah kedua cucunya yang menurutnya tidak salah cindy sudah banyak melakukan kesalahan jadi ini lah karma yang di berikan tuhan untuk wanita itu lewat perantara dua anak kecil yang lahir dari rahim wanita yang tersakiti oleh wanita itu.
"Ayo suan suji hajar terus buat dia babak belur kalau bisa rontokkan giginya"
Sorak jungkook pada dua anak itu sementara kini mereka menjadi pusat perhatian seluruh rumah sakit.
"Lepaskan aku anak sialan"
"Apa katamu"
Suan menanggalkan sepatu dan kaos kaki yang ia pakai sejak kemarin kemudian ia menyumpalkan kaos kaki itu kedalam mulut cindy yang kini wanita itu menjerit tertahan karna mulutnya tersumpal kaos kaki..
KAMU SEDANG MEMBACA
comeback to you
Randomkisah cinta yang berakhir berantakan... mematahkan hati dua orang yang saling mencintai... kenyataan yang tak sesuai dengan harapan mereka... datang dengan cinta pergi meninggalkan luka... bagai angin lewat yang datang tak di undang dan pergi tanpa...
