Hari ini adalah hari pertama Chika memasuki tingkat SMA. Chika itu pinter tapi bandel banget. Dari SD - SMP cuma punya 1 temen yaitu Nanda, tapi saat memasuki tahun SMA Nanda memutuskan pindah ke Bandung dengan alasan pekerjaan orang tua nya.
Jadilah saat ini Chika tak mempunyai teman saat memasuki SMA.
"Chika, bangun kamu ospek hari pertama loh" kata Shani selaku ibu Chika.
"5 menit lagi ma" kata Chika tanpa membuka mata.
"Udah dari setengah jam yang lalu kamu minta 5 menit lagi, ini udah jam 7 kurang 10 Chika"
"Hah, mama serius?" Tanya Chika dengan posisi terduduk lalu melihat ke arah jam yang ada di kamar nya. Tepat, jam sudah menunjukkan pukul 6.50 pagi.
"Mama kenapa deh ga bangunin Chika dari tadi" kata Chika sambil berlari menuju kamar mandi. Sedangkan Shani hanya tersenyum melihat anak tunggal nya itu kebingungan.
Dengan telaten Shani menyiapkan semua peralatan yang harus Chika bawa hari ini. Mulai dari seragam sampai atribut yang ditentukan.
Shani tau apa saja atribut yang harus dibawa dari mulai ospek hari pertama sampai hari terakhir. Karena Chika dengan sengaja memasukkan nomer Shani ke grup Calon siswa/i baru SMA 49 Jakarta.
Kata Chika ia tak mau sang mama marah marah saat Chika meminta peralatan atribut saat tengah malam, jadi biar Shani liat sendiri dan menyiapkan atribut untuk nya.
Chika melakukan mandi kilat hingga tak sampai 5 menit ia sudah keluar dari kamar mandi.
"Ngga mandi?" Tanya Shani saat melihat Chika keluar masih berbalut piyama nya.
"Ngga, cuci muka sama gosok gigi doang. Chika ngga mandi udah cantik, kalo udah keturunan cantik mah ga perlu banyak mandi. Hemat air juga" jawab Chika asal.
"Jorok ih ngga mandi"
"Ih mamaaaa" rengek Chika saat Shani mengejek nya.
"Udah udah, ini seragam nya udah mama siapin terus nanti atribut nya jangan lupa dibawa ya"
"Iya mama"
"Mau di anterin apa berangkat sendiri?"
"Sendiri aja, naik motor ya tapi biar bisa nyalip nyalip gitu"
"Naik mobil atau ngga sama sekali?"
"Maa, Chika udah telat ini"
"Udah telat yaudah, terus ngapain harus buru buru? Mending di telatin aja sekalian" kata Gracio selaku papa Chika.
"Hah?" Kaget Chika.
"Naik mobil, kalo ga mau papa anterin"
"Yaudah iya naik mobil" jawab Chika pasrah.
"Papa sama mama keluar dulu ya" kata Gracio lalu menarik tangan Shani keluar kamar Chika.
Setelah sekitar 20 berdandan akhirnya Chika keluar dari kamar nya dan menuju ke meja makan.
"Sarapan dulu" kata Gracio saat melihat Chika hanya meminum susu.
"Kan udah minum susu pa"
"Itu nasi goreng nya dimakan, kasian mama masak kalo ngga dimakan"
"Yaudah iya" jawab Chika lalu memakan nasi goreng nya.
Setelah 10 menit makan akhir nya Chika selesai juga. Dengan tergesa pamit kepada kedua orang tuanya lalu menuju ke sekolah baru nya.
Jarak rumah Chika sampai ke sekolah tak jauh hanya membutuhkan waktu 15 menit jika mengebut.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7.40 tercetak Chika telat selama 40 menit di hari pertama ia masuk.
