: sabar. Ini beneran cerita.
-
-
-
"Ra sini, foto dulu"
"Ah foto mulu, dipost kaga"
"Aku ga mau berbagi apapun itu yang menyangkut kamu"
"Halah"
"Udah sih sini foto dulu"
——————————
"Ra beli es krim yuk"
"Ga mau"
"Iiiih Ara"
"Ga mau"
"Ayok Araa"
"Dibilang juga ga mau ih, kamu mah maksa-maksa terus"
"Kenapa sih? Padahal cuma disuruh nganterin ke depan doang"
"Kemarin udah makan es krim, hari ini ga boleh. Kalo mau es krim yaudah sana beli sendiri"
"Ga berani"
"Yaudah ga usah beli es krim, nanti tenggorokannya sakit theater jadi susah"
"Tapi aku pengen es krim"
"Ini air putih"
"Ih Ara!"
"Udah deh jangan ngadi-ngadi"
——————————
"Chik nginep yah?"
"Aku ga bawa baju ganti, lagian juga belum izin mama"
"Pulang dulu ke rumah kamu, izin sekalian ambil baju"
"Berani emang izin langsung?"
"Ya berani lah, tiap mau ngajakin kamu pergi juga aku izin langsung"
"Yaudah nanti pulang latihan kamu ikut ke rumah"
"Iya Chika"
——————————
"Ra katanya ada pasar malam yah?"
"Iya, tapi jauh dari kos aku"
"Kalo dari rumah aku?"
"Lebih jauh lagi"
"Aaa pengen, ajakin aku dong Ra ke sana"
"Ah ga mau, malem-malem dingin. Enakan juga makan mie kuah sambil nonton drakor"
"Sekali aja Ra"
"Mama kamu ga akan kasih izin Chik"
"Pasti boleh kalo pergi nya sama kamu"
"Mang iya mama kamu bisa segampang itu kalo minta izin nya malem-malem?"
"I-ya"
"Tuh kamu aja ragu jawab nya, apalagi aku yang harus minta izin"
"Pokoknya aku mau pergi ke sana! Kalo kamu ga mau nemenin yaudah, aku sendiri aja"
