Sesuai janji Hyunjin kemaren, dia akan mengenalkan Minho ke Jisung dan Seungmin.
Hyunjin mengabari Seungmin untuk datang ke kantin disana mereka semua udah pada ngumpul. Cuma Seungmin sama Jisung yang belum datang.
Seungmin sih gak tertarik tapi karena Jisung ngebet mau ikut terpaksa dia ngintilin Jisung.
Seungmin dan Jisung duduk di bangku kosong tepatnya disebelah Hyunjin duduk.
"Nah itu yang namanya Lee Minho temen gue sejak smp" Sahut Hyunjin dengan senyumannya.
Seungmin ngangguk lalu memperkenalkan dirinya ke Minho.
Sedangkan Jisung heran kenapa si Hyunjin anteng-anteng aja setelah ngirim pesan gak jelas itu padanya semalan.
Hyunjin yang melihat Jisung bermenung beralih mengenggol bahu Jisung.
Jisung kaget "E-eh gue Jisung, Han Jisung" sambil menjabat tangan Minho.
"Lee Minho" Jawabnya singkat.
"Karena hari ini gue lagi baik, gue yang traktir kalian semua"
"Srius Je?" Tanya Hyunjin yang dibalas anggukan oleh Jeongin.
Jisung sama Felix bersorak dan langsung memesan makanan.
Jisung tersedak kepedasan karena makan mie sampai air matanya ikut keluar.
"Minum Sung... Udah tau gak bisa makan pedas"
Jisung meneguk air yang diberikan oleh Chan.
Felix menyeringit "Darimana lo tau kalau Jisung gak bisa makan pedas?"
"Jisung kan juga temen gue jelas gue tau lah" Balas Chan santai.
"Berarti lo juga tau kue kesukaan Jisung?"
Chan beralih natap Felix kenapa Felix kayak nge-introgasi dia "Donat topping coklat? Jelas tau lah"
Tentu Chan tau soalnya dia kan udah hampir setahun temenan. Waktu itu juga Jisung pernah Minta donat sebagai hadiah ulang tahun untuknya bukan.
"Damn... Jadi emang lo pelakunya. Homophobic sialan"
Chan mengepalkan tangannya. Chan emang gak ngerti maksud dari Felix tapi karena dia sendiri yang merasa homophobic di antara teman-temannya jelas dia jadi tersindir.
"APA APAAN LO SAT!" Chan berdiri dari duduknya.
Semuanya mengalihkan atensinya ke mereka berdua.
"Cih jangan sok polos, semuanya udah jelas lo yang kasih donat itu ke Jisung semalam kan"
Jisung sadar maksud dari Felix, dia natap Chan marah saat ini.
Seungmin yang tadinya sibuk main hape juga ngelirik mereka dengan serius.
"Donat apaan Sung?" Tanya Seungmin.
Namun Jisung gak mengubris pertanyaan Seungmin.
"Kenapa lo lakuin itu sama Jisung? Apa karena dia juga seorang gay? Lo benci gay bukan"
Cukup Chan jadi emosi, dia mencengkram baju Felix dan memukul wajahnya.
Felix terjatuh sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Gue udah muak ya denger ocehan lo. Gue berusaha respect sama kalian, tapi lo..." Chan nunjuk Felix yang terduduk di lantai.
Seungmin datang membantu Felix berdiri dan langsung membawanya ke uks tanpa bicara sedikitpun. Jisung yang keliatan kesal juga pergi ngikutin Seungmin ke uks.
"Woe ini kenapa jadi adegan baku hantam sih, udahlah kalian bayar sendiri!" Jeongin ikutan pergi ninggalin mereka semua.
Hyunjin mandang Chan nyalang "Makanya jujur lebih baik, tapi kalau emang lo yang lakuin itu ke Jisung gue gak akan tinggal diam"
Hyunjin berbalik "Ho lo ikut ke uks gak?"
Minho jalan dengan tatapan datarnya mengikuti langkah Hyunjin.
"Ckk gak guna"
Changbin menghela nafasnya, terpaksa dia yang bayar semua makanan teman-temannya.
Seungmin tercengang mendengar penjelasan dari Felix dan Jisung.
"Mulai sekarang lo harus lebih hati-hati Sung" Cercah Seungmin
Jisung ngangguk. Seungmin sendiri gak yakin kalau Chan pelaku sebenarnya. Kalau memang iya kenapa dia menjawab pertanyaan Felix dengan tenang. Ayolah kalau dia pelakunya gak mungkin dia bicara selancar itu.
Gak lama setelah itu Hyunjin dan Minho datang.
"Gimana luka lo Lix?"
"Ya gini, huhu sakit tau" Felix meringis, luarnya aja yang sok kuat.
"Lix ada baiknya lo gak cari gara-gara sama Chan dia itu orangnya nekat" Seungmin menasehati