Matahari pagi masuk menembus jendela kamar, aku menggeliat pelan sebelum benar - benar membuka mata. Melirik sekilas jam yg berada di atas nakas "tenyata masih pagi"gumamku perlahan, akupun memutuskan untuk tidur lebih lama lagi.
Belum sempat mataku benar benar terpejam, terdengar suara berisik seseorang memasuki kamar.
"cepat bangun tukang tidur"brian berteriak dan membuka lebar lebar jendela kamar, aku mendengus kasar menarik kembali selimut hingga menutupi kepala. Aku lupa jika brian berada dirumah sejak kemarin lusa, yg berarti hidupku dirumah tak akan bisa tenang.
Sesaat setelah datang brian dengan kasar menarikku untuk pergi kerumah charles, bukannya aku tak ingin kerumah charles. Masalahnya saat itu aku hanya mengenakan celana pendek dan hoodie oversize, brian tak membiarkanku berganti pakaian.
Sampai dirumah keluarga leclerc brian disambut layaknya pangeran, aunt langsung memeluk brian erat dan meminta brian menyebutkan apapun yg ingin ia makan. Ketiga anak aunt pun tak kalah hebohnya, saling berpelukan berteriak, melakukan high five khas mereka dan entah apa lagi. Sedangkan aku hanya diam duduk di sofa memperhatikan kelakuan mereka.
Aku dan brian pun makan siang dirumah keluarga charles, dan sungguh aku tidak bohong. saat brian datang tidak ada yg menghiraukanku, bahkan charles pun sibuk mengobrol dengan brian seperti mereka tidak memiliki waktu lagi untuk berbicara.
Aku sedikit maklum, mereka memang sangat dekan dengan brian karna brian lebih tua seumuran dengan jules. Dan mereka memiliki hobi yg sama, kegemaran yg sama intinya mereka semua sama. "MENYEBALKAN" itu satu kata yg bisa ku deskripsikan saat mereka semua berkumpul.
"bagaimana jika setelah makan kita bermain karting?"brian bertanya sembari memasukan lasagna ke dalam mulut, yap benar sekali brian meminta aunt membuat lasagna dia memang tidak tahu diri.
"heiii ayoo aku mau" arthur yg pertama menjawab, terlihat dia sangat antusias.
"aku sdh lama tdk bermain karting, kedengarannya seru"charles yg kedua
"aku akan menelpon salah satu temanku untuk mempersiapkan"giliran lorenzo yg tak kalah semangatnya.
"aku dirumah saja, ada stumpuk film yg ingin kulihat"jawab ku santai, tanpa menatap brian
"TIDAK!!!!" mereka ber 4 kompak berteriak, hingga membuat aunt tertawa melihat ekspresiku yg terkejut.
Dan pada akhirnya aku harus menuruti keinginan mereka untuk bermain karting, jika sudah begini aku menolak pun tak akan bisa. Saat brian berada di New York aku sangat merindukannya dan ingin dia pulang, tapi saat dia sdh pulang rasanya aku ingin menendang brian agar cepat pergi dari monaco.
"sepertinya hujan akan turun"aku bergumam pelan, menatap charles yg membantu memasangkan helm di kepalaku untuk menghindari benturan. Meskipun hanya karting keselamatan tetap menjadi hal utama.
"mengapa kau hanya memakai hoodie?"charles bertanya, aku hanya meringis tanpa menjawab. Tak lama charles kembali dengan membawa coat tebal dan memakaikannya padaku.
"kau bisa kedinginan jika hanya memakai hoodie, ingat jangan sampai terluka" aku mengangguk patuh membalas ucapan charles, dan menggumamkan terimakasih saat dia sudah berbalik.
Kami sudah siap dimobil karting masing masing, dan sepertinya hanya aku yg memakai coat tebal. sedangkan yg lain memakai pakaian balap, arthur yg takut sekali jika hujan melapisinya dengan jas hujan tipis dan membuatku tertawa tanpa henti.
Brian memimpin di depan kemudian charles, arthur aku dan lorenzo, ada beberapa orang lagi dibelakang yg tak kukenal sepertinya teman teman lorenzo. Mesin mulai dinyalakan dalam hitungan ketiga mobil karting meluncur melewati lintasan. Meskipun tak sejago yg lain aku masih bisa mengendarai meskipun harus butuh usaha esktra agar tak menabrak dinding pembatas.
Sesuai dugaanku hujan turun, yg awalnya gerimis lama lama turun dengan deras sehingga karting pun dihentikan. Kami berfoto foto sebentar mengabadikan momen sebelum arthur menarik brian untuk bermain hujan.
Dan akupun segera berlari mengikuti meskipun masih menggunakan coat tebal milik charles, berulangkali mengejek arthur yg takut sekali kehujanan pada akhirnya dia yg ingin bermain hujan. Kami bersenang senang, saat itu dalam hati aku berkata harus berterimakasih ke brian setidaknya hari itu kami menikmati waktu tanpa terusik dengan adanya orang lain yg tak kusuka.
Brian menarik selimut dan manggoyangkan badanku berkali kali, "aku tau kau sudah bangun, jangan berbohong"ucapnya tepat di telingaku.
aku langusng bangun dan berteriak "moooom, brian menggangguku. Usir dia dari rumah ini"
"hei berani sekali kau ingin mengusirku"balasnya tak kalah keras,
pada akhirnya kami saling berteriak, melakukan perang bantal dan saling mengejar dan tidak akan berhenti sampai mom datang membawa tongkat golf lalu mengancam akan memukul kami berdua. begitulah aku dan brian, jika tidak ada kami akan saling merindukan. Tapi jika bertemu seperti sekarang akan membuat mom pusing karna selalu bertengkar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Goodbye || Charles Leclerc
FanfictionLily tak pernah mengira persahabatan yg ia bangun dengan charles berakhir dengan tumbuh nya benih benih cinta, namun lily terlambat menyadari. Lily menyadari bahwa hatinya sdh menjadi milik charles saat laki laki itu sdh memiliki kekasih. ...
