Hari ini keluarga leclerc mengadakan makan malam bersama sebelum besok nya charles berangkat untuk balapan, yg kudengar balapan terakhir di eropa sebelum balapan di abu dhabi.
Sedari siang aku sudah sibuk membantu aunt leclerc di dapur, meskipun makan malam nanti hanya satu keluarga ditambah wanita itu tapi aunt ingin membuat banyak hidangan sekaligus menyambut kedatanganku. Padahal aku sudah menjelaskan tidak perlu repot repot, tapi tetap saja aunt tidak bisa dibantah.
Kami semua sudah siap duduk di meja makan, lorenzo sebagai kakak tertua duduk di tengah. disamping sebelah kanan ada aunt lalu aku, arthur duduk di depan aunt. Hanya tinggal menunggu charles dan wanita itu.
Meskipun yg paling dekat denganku adalah charles, tapi disaat tertentu aku menghubungi lorenzo untuk meminta pendapat mengenai hal yg sekiranya cukup serius. Seperti saat aku ingin melanjutkan study di bidang ekonomi yg di tentang oleh dad, karna dad ingin anaknya menjadi seorang arsitek.
Lorenzo membantu menjelaskan pada dad, yg akhirnya aku berhasil masuk ke universitas terbaik di bidang ekonomi. Selain jules dan brian kakak lelakiku, lorenzo merupakan seseorang yg bisa diandalkan. Meskipun tak jarang sebagai kakak tertua ia sangat menyebalkan dengan menyuruh ini itu dan kami tidak boleh membantah, karna merasa selalu memiliki kuasa.
Sebelumnya aku sudah diberitahu wanita itu akan datang, aku sudah mempersiapkan hal terburuk yg tak lain adalah menangis semalaman.
Ya benar menangis semalaman, Karna hari itu charles benar-benar mengajakku mampir kerumah charlotte. Tidak ada yg salah sebenarnya, charlotte memelukku seolah - olah kami adalah teman yg sudah lama tak bertemu. Charlotte mengenalkanku pada keluarga dan saudaranya, keluarga charlotte juga menyambutku dengan baik . AKu dan charles tertahan disana sampai malam.
Sejujurnya tidak ada adegan dimana charles dan wanita itu melakukan hal mesra atau apa, tp aku terusik saat charles menatap wanita itu. Itu adalah tatapan yg charles lakukan saat menatapku, aku tidak berbohong. Sudah lama aku bersama dengan charles, aku lebih mengenalnya daripada dia sendiri.
Saat perjalanan pulang charles bertanya mengapa aku diam saja, "apa kau lelah?"tanyanya.
Aku hanya mengangguk dan memeluk erat pinggangnya. Sebelum masuk kerumah charles memelukku dan mengatakan aku harus banyak beristirahat. Sampai dikamar aku tidak bisa membendung air mataku, dan pada akhirnya aku menangis semalaman.
Ternyata aku masih belum terbiasa, hatiku masih sakit. Aku harus benar benar mengerti bahwa aku sudah tergantikan.
"Selamat malam semuanya"pintu terbuka terdengar suara wanita itu menyapa, dia memeluk singkat aku dan aunt lalu meminta maaf karna membuat menunggu. Aunt tersenyum dan mengatakan itu bukan masalah.
Charles duduk di disamping arthur yg berarti tepat di depanku, dan wanita itu duduk disampingnya. kami makan dengan tenang, meskipun terkadang arthur dan aku berebut udang makanan favorit kami berdua yg membuat lorenzo menggeleng melihat nya.
Selesai makan malam kami duduk diruang keluarga sembari menikmati red velvet cake yg kubuat td sore, dan aunt membuat teh chamomile kesukaan uncle.
Aku duduk dibawah bersama arthur, dan charles duduk disofa tepat di sebelahku dan wanita itu yg selalu berada disamping charles. Kami menonton film kesukaan lorenzo yg tak lain adalah film marvel, padahal kami sudah menonton berulang ulang hingga bosan.
"lil bagaimana jika balapan terakhir di abu dhabi nanti kau ikut?"celetuk lorenzo, aku yg sedang memakan sesuap cake langsung menoleh dan mengerutkan kening.
"iya lil, selama ini kau tidak pernah mau ikut balapan charles satu kalipun" kini gantian arthur.
aku menelan cake yg tersisa di mulutku kemudian tersenyum menggeleng, "bukankah kalian tau aku tidak bisa,aku masih takut"
charles menepuk kepalaku pelan yg otomatis aku menoleh ke arahnya, "jika kau terus menghindar, kau tidak akan pernah bisa melupakan hal itu lil" kata kata charles terdengan pelan tapi memiliki banyak arti.
"kami bersamamu lil, tidak perlu takut. dan kau harus membuat perjanjian dengan charles agar ia tidak terluka" aunt leclerc berusaha meyakinkan dan menghiburku.
Aku tertawa pelan dan mengangguk, "akan kupikirkan aunt"jawabku.
Arthur berteriak kegirangan, selain charles arthur juga selalu membujukku untuk turut melihat bagaimana gagahnya charles saat balapan. Dan dia selalu kesal jika aku menolak ajakannya, tapi mungkin benar aku harus mencobanya.
Semuanya berjalan normal, arthur menjelaskan apa saja yg harus kubawa jika pergi ke abu dhabi nanti. Terlihat ia yg paling antusias, tak terkecuali lorenzo dan charles. akupun larut dan ikut tertawa melihat ocehan arthur sebelum satu kalimat wanita itu yg sukses membuatku mengurung diri beberapa hari berikutnya.
"setidaknya kita bisa berlibur bersama sebelum aku dan charles menikah tahun depan lil" wanita itu berkata sembari memeluk lengan charles dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Goodbye || Charles Leclerc
FanfictionLily tak pernah mengira persahabatan yg ia bangun dengan charles berakhir dengan tumbuh nya benih benih cinta, namun lily terlambat menyadari. Lily menyadari bahwa hatinya sdh menjadi milik charles saat laki laki itu sdh memiliki kekasih. ...
