13

188 25 0
                                        

Hari ini tgl 24 desember yg berarti satu hari menjelang natal, dan keluarga kami biasanya menghabiskan malam natal dengan makan malam bersama keluarga leclerc. Entah itu dirumah kami ataupun sebaliknya, dan ditahun ini kebetulan rumah keluarga Leclerc yg menjadi tempat untuk makan malam.

Aku sudah siap sejak bbrp menit lalu, menggunakan gaun merah lengan panjang dengan potongan leher yg melebar seperti model sabrina. Gaun pemberian dari charles saat tak lama aku pulang dari canada, ia bilang gaun itu tidak boleh dipakai sampai makan malam natal. Kurapikan sedikit rambutku yg kuikat setengah dengan pita merah berukuran sedikit besar.

"hei tumben sekali kau tampil cantik"ucap brian sembari bersandar di daun pintu, aku hanya menatap sinis. Brian terkekeh pelan kemudian ia mendekat, dan menyerahkan dasi kupu kupu padaku.

"huh selalu saja, bagaimana jika tak ada aku dirumah ini. kau pasti akan datang hanya mengenakan hoodie" aku mencibir kemudian bangkit dari kursi meja rias, meminta brian untuk berdiri tegak. Brian memiliki tinggi hampir 180cm sedangkan aku kurang dari 160cm, bukankah aku sudah mirip dengan kurcaci. Bahkan brian selalu berkata jika aku bukan anak dr mom dan dad, karna ukuran badanku yg terlalu kecil.

Aku merapikan sebentar jas yg dipakai brian, membenarkan letak kerah baju sebelum memasangkan dasi kupu kupu. Brian memiliki kekurangan tak pernah bisa menyimpulkan dasi, entah itu dasi kupu kupu ataupun yg lain. padahal sekarang dapat dengan mudah membeli dasi yg bisa langsung dipakai, tapi brian tak menyukainya. dan lebih memilih merecokiku dengan membantu memasangkan dasinya.

"apakah charles akan membawa kekasihnya nanti?"tanya brian penasaran.

Mengenai perasaanku pada charles brian tidak tahu, dan aku akan tetap tutup mulut.

Aku hanya menjawab dengan menaikkan pundakku asal, brian tak bertanya apapun lagi. Dasi sudah terpasang dengan rapi. Brian mengajakku keluar menemui mom dan dad diruang tamu, kemudian berjalan bersama menuju rumah keluarga Leclerc.

.

Kami menikmati makan malam dengan damai dan penuh suka cita, aku sudah meyakinkan diriku sendiri untuk tidak terusik meskipun ada wanita itu. da mencoba senatural mungkin. Dad lebih banyak berbicara dengan lorenzo, sedangkan brian tentu saja mengajak bicara siapapun yg ada diruangan itu.

Aku tertawa terbahak mendengar arthur bercerita bagaimana kami dulu mengendap endap keluar dari rumah hanya untuk membeli snack di toko terdekat, saat itu arthur dihukum oleh aunt untuk tidak keluar dari kamar karna ketahuan membolos sekolah demi bermain game.

Kami ber3, aku , arthur dan charles mengendap endap keluar lewat pintu belakang saat aunt di depan membukakan pintu untuk menerima paket, kami melintasi dapur yg penuh dengan bahan bahan kue. Kami berjalan sedikit menunduk agar tidak ketahuan, sialnya charles tak sengaja menginjak sisa air di lantai yg belum dibersihkan. Alhasil ia terpeleset dan tangannya menyenggol wadah yg berisi tepung.

Charles jatuh menimpa kami bertiga dan wadah berisi tepung tadi menimpa kami, bunyi bergelontangan aunt segera berlari menuju dapur dan mendapati kami jatuh bertumpuk dengan tepung yg menutupi wajah kami.

"aku ingat saat itu aunt marah besar dan tak memperbolehkanku datang sebelum jm 7 malam selama 3 hari"ucapku bersemangat.

"dan mom menambah hukumanku yg semula 7 hari menjadi 14 hari" arthur tertawa mengingat kejadian itu.

Kami selalu seperti ini, selalu membahas masa lalu yg menurutku sangat konyol. dan saat menceritakannya sekarang kami akan tertawa, bahkan sampai menangis jika mengingat semua kejadian yg pernah kami lakukan.

ehemm, charles berdeham pelan meminta seluruh orang yg berada di ruangan untuk memperhatikannya sebentar.

"ada apa nak, apakah ada hal penting yg ingin kau sampaikan?" dad bertanya dengan tersenyum ke arah charles.

Aku mengerutkan kening menatap arthur di depanku, dan diapun sama tak tahu apapun apa yg akan disampaikan charles.

"begini, mohon maaf sebelumnya. Aku hanya ingin memberitahu sesuatu hal yg sepertinya sangat tepat untuk diucapkan pada malam hari ini" sedikit terbata-bata charles mengeluarkan ucapannya, ia tersenyum ke arah wanita itu. Dan wanita itu seolah meyakinkan charles untuk meneruskan kalimatnya.

Jantungku berdetak tak seperti biasanya, otakku terlalu cepat berpikir bahwa sesuatu hal yg diucapkan charles akan menyakiti hatiku nantinya.

Charles menggenggam jari wanita itu "kami, aku dan charlotte sepakat. Memutuskan menikah sesaat setalah test pramusim dan sebelum balapan musim depan dimulai, jadi kami berdua memohon untuk kalian semua yg berada disini merestui kami"

Seperti tersambar petir di siang hari, tubuhku kaku,jantungku berdetak lebih keras, keringat dingin membasahi telapak tanganku. Hatiku sakit seperti ribuan jarum jatuh dan menusuknya keras keras, semuanya terdiam tak ada yg berbicara.

Meskipun kami semua tahu bahwa charles telah melamar wanita itu bbrp bulan lalu, tapi pembicaraan mengenai pernikahan tak pernah keluar dari bibir keduanya. Aunt sedikit terkejut kemudian bertanya

"apa tidak terlalu cepat? bukankah kita belum membicarakan hal ini?"

wanita itu tersenyum mengangguk sebelum menjawab pertanyaan aunt, "mom dan papa sdh berbicara dengan charles bbrp waktu lalu, charles bersedia dan charles bilang akan memberitahu kalian semua hari ini"

Aunt tersenyum kemudian mengangguk, seseorang menggenggam tanganku yg berada dibawah meja. Lorenzo, lorenzo duduk di sebelah kiriku menggenggam erat jari jariku mencoba menenangkan.

"Mr evans, sejak papa pergi aku sudah menganggap anda sebagai pengganti papa. tolong restui kami"charles menunduk memohon restu, segera aku melihat keatas mencoba mencegah air mataku keluar.

Dad tersenyum lebar dan mengnagguk menjawab charles "tentu charles, tentu aku akan merestui kalian berdua. semoga kalian selalu bahagia".

Semua orang memberi selamat tak terkecuali aku, memberikan pelukan hangat sebagai restu untuk keduanya. Wajah charles terlihat berbinar merasakan kebahagiaan, seolah olah kebahagiaan tak akan pergi darinya. Seolah olah ini adalah sebuah pilihan tepat yg pernah ia buat.

Aku tersenyum miris, mengasihani diri sendiri. Merasa bodoh menganggap bahwa dikemudian hari tiba tiba charles berubah pikiran dan berlari mengejarku. Oh itu adalah hal terbodoh yg pernah kupikirkan.

Semua orang bergembira, semua orang tertawa tanpa beban, semua orang bernyanyi seakan malam ini santa claus datang membawa berkarung karung kebahagiaan. Dan ada satu orang yg mendadak membisu, mendadak hanya tersenyum tipis dan duduk diam dengan segelas wine di tangan. Dan orang itu adalah brian.

Beautiful Goodbye || Charles LeclercTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang