Hampir 20 menit aku berjalan tak tentu arah, mengeratkan coat yg kupakai merasa udara semakin dingin di penghujung tahun. Melihat sekeliling dan menyadari perlahan salju mulai turun, pandanganku terhenti melihat 2 anak kecil laki-laki dan perempuan yg sedang bermain melompat lompat mencoba mengambil salju yg turun.
Sejak berumur 10 tahun aku dan charles tidak pernah melewatkan saat salju pertama turun, kami selalu menghabiskan waktu bersama, berlibur bersama, bahkan aku sering mengikuti perlombaan karting sampai dia masuk Formula 2. Namun saat dia memulai debut nya di Formula 1, aku memutuskan untuk berhenti datang.
Kematian Jules membuat trauma tersendiri untukku, meskipun charles selalu membujuk bahkan mengatakan jika keselamatan sudah semakin baik daripada dulu. Tapi trauma itu tidak pernah hilang, aku menyaksikan sendiri bagaimana mobil jules menabrak crane dan dia tidak pernah sadar sampai dinyatakan meninggal.
Bahkan awal pertemuan charles dengan wanita itupun aku tak mengetahuinya, sampai saat malam natal keluarga kami berkumpul. Charles mengenalkan wanita itu padaku, mengatakan mereka telah berkencan selama 3 bulan. Wanita itu senang berkenalan denganku, berkata bahwa charles selalu bercerita mengenai sahabat terbaiknya yg tak lain adalah aku.
Aku dan charles bersahabat sejak umur kami 10thn, dimana ada charles disitu ada aku begitu juga sebaliknya. Dan akupun sangat dekat dengan jules, bahkan aku selalu berkata pada charles bahwa aku lebih memilih jules drpd dia. Dan kemudian dia akan melempariku dengan bantal, lalu tidak akan berbica denganku seharian penuh.
Saat kematian jules aku menangis dengan hebat, tidak ingin keluar kamar bahkan tidak ingin bertemu charles. Meskipun aku tau bahwa charles juga sama terpukulnya denganku, tapi charles hebat dia bisa tegar mengantar jules ke pemakaman.
Charles membujuk, mengetuk pintu kamarku setiap hari meminta untuk bertemu tapi aku selalu menolak. Hampir 2 minggu akhirnya aku membuka pintu dan mau bertemu charles, kami saling berpelukan dan menangis keras.
Lelah menangis kami berdua berbaring saling berpegang tangan, masih ada sisa sisa air mata yg belum mengering. aku berkata pada charles bahwa tak ingin kehilangannya seperti aku kehilangan jules,
charles berkata "aku tidak akan meninggalkanmu lil, sampai kapanpun. kita akan bersama selamanya. aku janji".
aku menganggap yg diucapkan charles adalah hal yg tak mungkin dia ingkari, selama ini dia tak pernah memiliki wanita lain selain aku. dengan wajahnya yg tampan banyak sekali wanita yg ingin mendekatinya, tp dia selalu berkata bahwa hanya aku yg boleh bersamanya bukan orang lain.
Tapi semuanya berubah saat charles mengenalkan wanita itu, aku masih harus memahami bahwa bukan hanya aku wanita yg ada disampingnya sekarang.
Yg kupelajari adalah title sahabat akan selalu kalah dengan kekasih, kami semakin jarang bertemu karna keputusanku sendiri yg tak ingin melihat dia di Formula 1, aku mengira rasa tak suka ku dengan wanita itu hanya karna merasa perhatian charles teralihkan.
Tapi perlahan aku menyadari bahwa aku menyayangi charles bukan hanya karna kami bersahabat, perasaan itu berubah menjadi cinta. dan aku menyadari aku mencintai charles saat dia sdh bersama dengan wanita itu.
Salju turun semakin banyak, aku mempercepat langkahku mencari cafe untuk menghangatkan diri. Aku merasa ponselku bergetar, memutuskan berhenti sejenak. Mendadak kakiku terasa lemas, aku jatuh terduduk menangis sesenggukan setelah membaca pesan yg harusnya aku bisa menebak itu dari siapa.
charl
lil, terimakasih sdh menjadi sahabat baikku. aku mencintaimu, aku berharap kita terus bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Goodbye || Charles Leclerc
FanfictionLily tak pernah mengira persahabatan yg ia bangun dengan charles berakhir dengan tumbuh nya benih benih cinta, namun lily terlambat menyadari. Lily menyadari bahwa hatinya sdh menjadi milik charles saat laki laki itu sdh memiliki kekasih. ...
