9

197 26 0
                                        

 "aku senang kau akhirnya mau datang"ucap charles, kami berada di balkon kamarku. jam sudah menunjukan pukul 11 waktu abu dhabi. Tidak, charles tidak satu kamar denganku. dia hanya mampir karna sejak aku tiba di abu dhabi kemarin kami belum sempat bertemu.

"harusnya kau sudah kembali ke kamar, bukankah besok hari balapan" aku berkata tanpa menatap charles, entahlah suasana menjadi canggung bagiku. Padahal dulu kami dengan bebas saling bersandar, memeluk bahkan melempar pukulan tanpa memikirkan hal lain. Tapi sejak aku menyadari bahwa aku memiliki perasaan lebih, aku takut melakukan hal itu. Takut makin berharap jika saja charles memiliki perasaan yg sama.

Saat kemarin datang ke abu dhabi aku memilih langsung menuju hotel daripada pergi ke paddock, padahal seharusnya kami mampir ke paddock terlebih dahulu untuk melihat charles melakukan First Practice 1. dan hari ini pun aku menolak untuk datang ke paddock dengan berbagai alasan.

Charles sempat menelpon dan bertanya mengapa aku tak ikut datang, aku berkata masa butuh banyak waktu karna setiap melihat paddock ingatanku mengenai jules selalu muncul. Charles memaklumi, tapi dia minta aku berjanji untuk datang besok saat balapan.

"i miss you lil"

Mendadak aku merinding mendengar ucapan charles, aku memberanikan diri menoleh dan menatapnya.

"bukankah kita sdh bertemu?" jawabku sambil tersenyum lebar,

charles mendesah perlahan tatapan matanya menjadi sayu,

"entah mengapa aku merasa kita menjadi jauh sejak kau pergi ke canada bbrp bulan lalu lil"jelasnya,

perutku terasa mual mendengar ucapan charles, rasanya tak ingin meneruskan pembicaraan seperti ini. Sekali lagi aku mencoba membuat segalanya tampak baik baik saja, aku bersandar di bahu charles dan memeluknya dari samping.

"kita tak akan pernah menjadi jauh, apapun yg terjadi. sekalipun nantinya kau yg akan pergi aku tetap disini" aku berkata dengan senyum mengembang,

kening charles berkerut, masih mencerna apa yg baru saja kukatakan. Dia meminta penjelasan, namun aku menggelang dan memintanya untuk segera beristrihat.

Akhirnya di menyerah "baiklah, besok kau harus datang tepat waktu. temui aku di paddock"

aku mengangguk dengan bersemangat, mengacungkan jari kelingking untuk berjanji datang tepat waktu. Charles tertawa melihatnya, kemudia ia mecium pipi kiriku sebelum benar benar pergi. Satu tetes air mata akhirnya berhasil keluar tanpa bisa kutahan lagi.

Beautiful Goodbye || Charles LeclercTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang