8

203 29 0
                                        

Aku sangat paham, aku tidak bisa menyalahkan siapapun atas sakit hati yg kualami. Bukankah memang cinta sepihak sangat menyakitkan, terlebih kau mencintai sahabatmu sendiri. Aku sudah banyak menonton film ataupun membaca novel mengenai sahabat jadi cinta yg berakhir bahagia, tapi sejujurnya itu sangat tidak berlaku untukku.

Aku duduk disalah satu bangku panjang gereja yg sepi, doa sudah selesai bermenit-menit yg lalu. tapi aku masih saja enggan pergi, aku menunduk memegang dada sebelah kiriku yg terasa sangat sakit. aku menangis tanpa mengeluarkan suara, kubiarkan air mataku jatuh tanpa menghapusnya.

Besok pagi kami akan pergi ke abu dhabi untuk menyusul charles, aku memutuskan untuk ikut meskipun jauh di lubuk hatiku aku benar - benar tak ingin melakukanya. Sejauh ini belum ada yg mengetahui jika aku mencintai charles, tapi aku merasa aneh dengan perkataan mom dan aunt bbrp hari terakhir.

"lily, jangan pernah memendam rasa tanpa pernah memberitahunya. itu akan menjadi boomerang untuk dirimu sendiri nantinya" aunt berkata saat aku menemaninya membersihkan tanaman,

"aku sedang tidak mencintai siapapun aunt"balasku tanpa berani mentap dan sibuk dengan tanaman yg kupegang.

aunt hanya tersenyum dan menepuk kepalaku pelan "kau tidak bisa berbohong pada aunt lil"

ucapan aunt sukses membuatku terperangah, bertanya tanya dalam hati apa benar aunt tau jika aku mencintai charles. dan mom pun juga begitu, saat kami sedang menikmati senja di balkon kamarku tbtb mom berkata

"mom pernah menyesal tidak mengungkapkan rasa cinta ke salah satu sahabat terbaik mom saat sekolah dulu, dan kau tau lil ternyata dia jg mencintai mom. tapi mom mengetahui nya saat kami sama sama sudah menikah"mom tersenyum sembari meminum teh nya.

aku diam memperhatikan, "meskipun mom mencintai dad, terkadang mom berpikir bagaimana jika saat itu mom mengungkapkan perasaan mom. dan sesungguh nya ada sedikit penyesalan disana, demi menjaga persahabatan mom tidak jujur. pada akhirnya sakit hati sendiri saat sahabat mom memiliki kekasih"

Aku menunduk tak berani menatap ataupun memberi respon, mom memelukku "lil, jangan sampai kau menyesal seperti mom. meskipun tidak terbalas, lebih baik kau mengungkapkannya" aku hanya menggeleng pelan dan memeluk mom seerat mungkin.

"Lily"seseorang memenggil dan menepuk pundakku pelan. aku mendongak mendapati lorenzo berdiri dengan tatapan terkejutnya.

.

Kami duduk di kursi taman yg tak jauh dari gereja, lorenzo memberiku sekaleng minuman yg ia beli di finding machine. Hening tidak ada yg memulai pembicaraan, aku juga tidak ingin bertanya mengapa tiba - tiba ia berada di gereja padahal ini sdh larut malam.

"sebenarnya aku sdh lama tau jika ada sesuatu yg terjadi padamu lil." mendadak leherku menegang mendengar ucapan lorenzo.

"apa maksudnya?"

lorenzo tersenyum tipis dan menatapku, "aku tau alasan kau pergi ke canada, dan aku juga tau mengapa kau menangis di gereja" jelasnya.

aku menunduk, bahuku bergetar air mata yg sempat terhenti mendadak keluar tanpa bisa kutahan. Lorenzo menarikku kedalam pelukannya, menepuk punggungku menenangkan. aku terus menangis sesenggukan, menumpahkan semua rasa sedih sakit hati yg tak bisa kubendung sendirian.

"bukan suatu kesalahan kau mencintai charles, dan bukan juga suatu dosa sehingga harus kau pendam sendirian lil"

lorenzo benar, dengan aku bercerita sekarang sedikit beban dihatiku berkurang meskipun tak sepenuhnya.

Beautiful Goodbye || Charles LeclercTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang