Dukungan

13 1 0
                                    


Pernah tidak, kalian mempunyai hobi tapi tidak mendapat dukungan keluarga? Jika iya, mari kita berpelukan. Setidaknya saling memberikan dukungan.

Tidak, aku tidak pernah marah atau kesal ketika disuruh. Hanya ... aku selalu tidak bisa mengendalilan emosi saat tengah menulis dan tiba-tiba di suruh untuk melakukan ini itu.

Menolak? Lalu mengatakan jika aku tengah menulis? Haha, ditertawakan yang ada.

Aku belumlah mempunyai Karya yang bagus, untuk itu mereka tidak akan peduli dan hanya akan mencibir tentang dunia ilistrasiku.

Ada beberap hal yang membuatku suka menulis. Bukan tentang hobi yang menjadi harapan dan cita-cita menjadi seorang penulis dengan sebuah karya menarik dan bermanfaat. Bukan tentang itu saja, tentu.

Menulis adalah hal paling sederhana yang membuat saya sendiri merasa begitu tenang dan nyaman. Ketika menulis, saya tidak perlu memikirkan orang lain yang mungkin merasa tersindir dengan tulisan saya. Lalu, saya juga tidak perlu khawatir hubungan saya dengan orang-orang terdekat menjadi retak hanya karena sebuah tulisan yang saya tulis.

Ketika Saya tidak punya pendengar yang baik, saya masih bisa menceritakannya lewat sebuah tulisan. Tentu, tidak semua orang paham tentang tulisan saya.

Itu adalah baiknya.

Namun, tentu untuk menulis saya mempunyai suka duka tersendiri. Contohnya, dukungan.

Karena sampai saat ini, saya masih belum bisa merasakan dukungan itu. Tak apa, hanya saja, bisakah untuk membiarkan waktu saya menulis agar tidak terganggu?

Dan, saya memegang ponsel juga bukan hanya untuk tarik ulur sosial media, saya sedang menyalurkan hobi dan mengasahnya agar bisa menjadi sebuah karya yang akan banyak dikenal dan dinikmati oleh orang lain dan diri saya sendiri.

Itu saja.

SEMUA RASA YANG TERCURAHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang