Terlihat kedua gadis sedang berjalan memasuki gedung jeon grub company. Semua pasang mata tertuju kearah kedua gadis yang terlihat asing menurut mereka itu, tapi jujur pesona dan kecantikan yang dimiliki kedua gadis tersebut sama sekali tak bisa ditolak.
Seorang pria berjas berjalan menghampiri kedua gadis yang baru masuk itu.
"Selamat datang diperusahaan kami" ucap pria itu dan bersalaman kepada kedua gadis yang ada dihadapannya.
"Perkenalkan, saya kim namjoon,saya HRD diperusahaan ini "
"Saya park jihyo"
"Dan saya chou tzuyu"
"Senang bertemu dengan kalian berdua, mari ikut saya.."
Kedua gadis itu mulai berjalan mengikuti kemana pria berjas itu akan pergi.
Setelah melewati lift akhirnya mereka tiba dilantai 4,pria bernama kim namjoon itu berhenti tepat didepan ruangan yang bisa jihyo tebak adalah ruang kerja mereka.
"Ini ruang kerja kalian,silahkan kalian masuk dan menunggu karyawan lainnya datang"ucap namjoon lalu pergi.
Jihyo dan tzuyu mulai memasuki ruangan kerja itu tapi sama sekali tak ada seorang pun disana.
Mungkin karyawan diruangan itu belum datang pikir mereka berdua. Sambil menunggu kedua gadis itu terlihat duduk sambil membaca berkas-berkas yang ada didepan komputer.
"Ya ampun,..mereka cantik sekali"
Seketika suara itu mengalihkan pandangan kedua gadis itu kearah seorang pria yang terlihat kaget sambil menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Apa kalian karyawan baru disini?"tanya seorang gadis yang masuk bersama pria tadi.
"Iya.., perkenalkan saya chou tzuyu" ucap gadis itu dan langsung membungkukan badannya.
"Saya park Jihyo"
Pria yang dari tadi terlihat kaget itu langsung berjalan kehadapan jihyo dan tzuyu.
"Perkenalkan saya park jimin, senang bertemu dengan kalian berdua"
Jihyo dan tzuyu hanya tersenyum
Kearah pria yang ada dihadapan mereka.
"Kalau gadis yang berdiri didekat pintu itu namanya nayeon dia itu sangat galak, kalian jangan dekat-dekat dengannya" ucap jimin mengecilkan suaranya
"Aku bisa mendengarmu..,kalian berdua jangan mendengarkan pria pendek ini"ucap nayeon dan langsung menjitak kepala jimin.
"Kalian lihatkan.., dia sangat kejam padaku"jimin seakan mengadu tapi kedua gadis itu hanya tersenyum menatapnya.
"Sudah-sudah kita lanjut bekerja saja"
Nayeon mulai memberitahu tzuyu dan jihyo mengenai pekerjaan yang harus mereka kerjakan.
"Jihyo, kalau ada sesuatu yang tidak kau tau tanyakan saja padaku"ucap jimin sambil tersenyum manis kearah jihyo.
Dan gadis itu hanya mengangguk untuk menanggapi ucapan pria yang juga kebetulan bermarga sama dengannya itu.
Karena meja kerja jihyo berseblahan dengan jimin jadi pria itu selalu ingin mencari perhatian kepada gadis bermata bulat itu dan beralasan untuk membantunya bekerja.
"Jimin..., jangan ganggu jihyo yang sedang bekerja atau kau mau kulempar dengan sepatu"ancam nayeon sambil mengangkat sebelah sepatunya.
"Iya-iya" Jimin terlihat kembali fokus dalam mengerjakan pekerjaannya setelah mendapat ancaman dari gadis bergigi kelinci itu.
Tiba waktu jam makan siang, ketiga gadis itu mulai berjalan keluar meninggalkan gedung perusahaan dan berniat untuk pergi ke restoran yang berada tidak jauh dari tempat mereka bekerja. Tadinya jimin ingin ikut tapi nayeon melarang dan mengancamnya, nayeon mengancam akan menyebarkan foto jadul sewaktu jimin masih kecil dulu dan ancaman itu sangat mempan untuk pria bermarga park tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Debt of gratitude
RandomBagaimana cara mereka membalas kebaikan dan kisah cinta yang rumit menambah sulitnya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.
