Setelah berciuman jungkook menarik jihyo untuk tidur bersamanya, pria tersebut seakan tak ingin membiarkan jihyo untuk jauh dari dekapannya.
Tak berkata apa pun jihyo langsung naik keatas kasur tersebut dan membaringkan tubuhnya disalah satu sisi disebelah jungkook.
"Tidurlah sebelum aku menerkammu" jihyo seketika langsung memejamkan matanya hingga membuat jungkook tersenyum melihat tingkahnya yang sangat lucu bagai anak kecil yang diancam oleh ibunya.
Bukannya tidur jungkook malah menatap jihyo yang sepertinya sudah tertidur pulas terdengar dari suara dengkuran halus yang keluar dari mulutnya. Pria itu terus tersenyum menatap bibir yang baru saja dikecupnya, Jungkook menarik tubuh jihyo masuk kedalam pelukannya dan ikut tertidur sambil mendekap tubuh kecil gadis bermarga park tersebut.
.
.
.
.
.
.
Sinar mentari mulai masuk menembus tirai kamar hingga membuat Jihyo perlahan membuka matanya dan hal yang pertama kali dilihatnya adalah jungkook, pria bergigi kelinci itu terlihat masih terlelap dalam tidurnya. Tangan jihyo mulai mengelus surai hitam milik pria yang terbaring disebelahnya itu.
"Kau sudah bangun" suara dari jungkook seketika membuat jihyo kaget, dan kini mata pria itu mulai terbuka.
"Jangan menatapku seperti itu, bola matamu nanti bisa keluar"
"Apa kau sudah bangun dari tadi?"
"Kau pikir aku tidur? Semalaman aku tidak tidur, aku takut nanti kau melakukan sesuatu padaku" jungkook seakan memeluk dirinya sendiri seperti orang yang ingin dilecehkan.
"Seharusnya aku yang bilang begitu, dasar kelinci mesum" jihyo menjitak kepala jungkook dengan keras hingga membuat orang tersebut meringis kesakitan.
"Maaf aku hanya bercanda, sebenarnya aku juga baru bangun tadi" jungkook kini tersenyum konyol sambil memperlihatkan gigi kelincinya.
Baru saja jihyo ingin bangun tapi jungkook tiba-tiba menarik tangannya hingga membuatnya kembali terbaring.
"Morning kiss ku mana? Tanya jungkook sambil menindih tubuh jihyo.
"Kau pikir aku ini pacarmu? Enak saja kau mau dicium"
"Kau yang cium atau aku yang cium?"
"Tidak keduanya, lebih baik kau menyingkir sekarang, aku mau bangun" jihyo kini mendorong dada bidang pria yang berada diatasnya itu. Tapi bukannya menyingkir jungkook malah semakin memajukan wajahnya hingga mencium kembali bibir jihyo bahkan melumatnya. Jungkook juga sesekali menggigit bibir bawah jihyo mengisyaratkan gadis tersebut untuk membuka mulutnya, dan sesuai keinginannya jihyo kini ikut membalas ciumannya yang terbilang sangat lembut.
Terkadang jungkook juga tersenyum disela ciumannya ia tidak menyangka semudah itu jihyo membalas ciumannya bahkan gadis park itu tak memberontak saat ia melakukannya. Jungkook mulai turun menciumi leher jenjang milik jihyo sesekali ia juga menggigitnya hingga meninggalkan tandanya disana.
"Ju...jungkook, hen..hentikan aku tidak tahan lagi"desah jihyo.
Jungkook dengan cepat mengakhiri aksinya itu, ia tau jihyo tidak tahan dengan apa yang dilakukannya dan ia juga harus berhenti sebelum ia melewati batas.
Setelah ciuman itu berakhir jungkook langsung masuk kekamar mandi membersihkan diri sebelum berangkat bekerja dan jihyo kini menyiapkan pakaian kerja yang akan jungkook kenakan, ia meletakkan pakaian itu diatas kasur dan tak lupa ia juga memilih dasi yang sesuai dengan pakaian jungkook hari ini. Dan saat pria itu keluar jihyo dengan cepat berjalan keluar kamar, ia tidak mau melihat pria itu berpakaian bisa jadi ia akan kehilangan akal sehat jika melihat keseksian yang dimiliki pria bermarga jeon tersebut.
Jihyo memilih berjalan menuju dapur tadinya ia ingin memasak, tapi saat ia membuka kulkas tak ada satupun bahan makanan disana melainkan hanya minuman yang memenuh isi kulkas tersebut. Dan dari arah lain jungkook terlihat datang dengan pakaian yang sudah dipilihnya tadi, pria itu menyodorkan dasinya dihadapan jihyo, mengisyaratkan gadis tersebut untuk memakaikannya, seakan jihyo mengerti dengan maksudnya dengan cepat tangan gadis itu terlihat bergerak memasang dasi itu dilehernya.
Jungkook bahkan mencium sekilas pipinya sebelum melangkah pergi, seakan hal seperti ini sudah biasa bagi jihyo, gadis itu sama sekali tak protes dengan apa yang dilakukan jungkook, bahkan ia terlihat tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Debt of gratitude
RandomBagaimana cara mereka membalas kebaikan dan kisah cinta yang rumit menambah sulitnya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.
