Abigail POV
Hari ini aku hanya berdiam diri di mansion karena kakiku masih belum sembuh dan aku tidak di izinkan untuk keluar rumah oleh mereka semua,hufff..
Meski kakiku belum sembuh tapi aku masih bisa berjalan tapi mereka melarang Ku untuk jangan terlalu banyak bergerak.
Dan aku hanya bisa diam saja di kamar sebenarnya aku ingin melakukan rutinitas seperti biasanya sebelum aku tinggal di sini menjadi fotografer.
Memotret adalah hobi ku sejak SMP aku selalu memotret sesuatu yang menarik perhatian ku.
Dan karena kemampuan ku aku bekerja menjadi fotografer dan Al menjadi model kami bekerja di tempat yang sama tidak lama setelah aku bekerja aku di beri kepercayaan untuk menjadi fotografer aktris atau pun aktor terlebih lagi Al sudah menjadi model terkenal.
Setiap pemotretan Al selalu ingin aku yang menjadi fotografer nya.
CEO perusahaan ku sangat puas dengan hasil kerja kami selama ini dan aku selalu mendapatkan uang yang cukup besar.
Tapi aku senang bisa merasakan kembali memiliki keluarga yang utuh di tambah sepupu laki laki yang membuatku senang meski aku masih memiliki rasa takut akan sentuhan.
Dan akupun setelah menjadi salah satu bagian keluarga ini mendapatkan kemajuan akan phobiaku aku bisa memeluk Mom dan Dad dan tidak terlalu takut untuk berdekatan dengan yang lainnya terlebih aku senang bisa memiliki kakak laki laki yang perhatian padaku.
Aku sangat berterima kasih dan bersyukur karena mereka aku bisa kembali mendapatkan kebahagiaan yang hilang.
Kembaran ku Alvaro yang selalu di sisiku kapanpun itu yang akan selalu menjadi seseorang yang berharga.
Aku tersenyum tipis,kakiku sedikit demi sedikit melangkah mengambil kamera yang di belikan kak Julian beberapa waktu yang lalu.
Aku berjalan perlahan menuju balkon hari ini cuaca sangat bagus membuatku ingin sekali memotret pemandangan indah di atas sana.
Setelah selesai memotret aku memindahkan ke handphone dan membuat story medsos.
Aku kembali masuk ke dalam dia melihat papahnya duduk sofa kamar dengan menatapku lembut.
"Kenapa pah"tanyaku
Aku duduk di samping papah lalu menatap wajah tampan papah yang terlihat awet muda.
"Gak papa sayang,papah cuman mau liat kamu aja kok"ucap papah dengan mengelus rambutku.
Tok..tok.
"Masuk aja"ucapku.
Seseorang membuka pintu kamarku ternyata kak Damian yang datang dia mendekatiku lalu duduk di hadapaku.
"Nih"ucapnya dengan memberikan sebuah dokumen padaku.
"Apa ini"ucapku bingung.
"Ini dokumen kepemilikan perusahaan K'LY Entertainment di mana perusahaan itu sudah menjadi milik kamu dan Al,kalo mau Nama perusahaan bisa kami ganti"ucap Damian.
Aku menatap kak Damian dengan wajah speechless antar kaget dan juga bingung.
"Aku gak tau harus ngomong apa"ucapku jujur.
Damian menatapku dengan tertawa kecil sungguh aku bingung dengan kejadian yang tidak terduga baru saja Bunda bilang kemarin dan sekarang perusahaan itu sudah menjadi milikku juga Al.
Orang kaya memang beda mereka bisa melakukan apa saja dengan mudah dan cepat.
"Yasudah Abang pergi dulu"ucap Bang Damian berjalan keluar dari kamarku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesif Brother
Teen FictionBesar di panti asuhan tidak membuat mereka putus asa atas apa yang sudah menjadi takdir mereka dengan keadaan yang seperti itu membuat mereka tau arti kehidupan. Mereka anak kembar yang saling mensupport dan menjadi pribadi yang kuat dengan takdir y...
