Author POV
kaki Aby sudah di kompres es agar tidak bengkak, dan saat ini Aby sedang tertidur karena lelah.
William sudah pulang sedari tadi dia duduk dengan wajah pucat di hadapanya ada kakak dan sepupunya yang menatap William tajam.
"Aku sudah percaya padamu untuk menjaga Aby tapi apa lihat baru saja dia kembali sekolah keadaanya sudah seperti ini"ucap Julian menatap tajam William.
Nick dan Louis yang ada di sana hanya bisa pasrah mereka berdua tidak bisa menghentikan kakak dan sepupunya itu.
Alvaro ikut duduk di samping William dia merasa kasihan melihat William di interogasi oleh kakak dan sepupunya itu.
"Kak,ini bukan salah kak Wil, kejadian tadi tiba tiba saja,saat kami akan pergi cewek itu tiba tiba menarik rambut Kak Aby,kami tidak bisa mencegah karena kejadiannya sangat cepat" ucap Alvaro mencoba membela.
"Baiklah kali ini kami biarkan jika kejadian ini terulang maka kau akan mendapatkan hukuman" ucap Ken dingin dan pergi menuju kamarnya.
William bernafas lega setidaknya hari ini dia aman,tapi ucapan Ken tidak main main dia akan melakukan apa yang dia katakan.
"Kak,Lo bales pake apa ke tuh cewek"ucap Alvaro.
"Hmm,gk perlu susah sudah cukup di D.O aja" ucap William.
"Itu terlalu ringan"ucap Alvaro.
"Gimana klo dia kita permainin aja,dia suka kan sama Lo"ucap Alvaro.
"Boleh juga"ucap William.
"Shit gue lupa besok cewek bar bar balik sekolah"ucap William.
"Cewek bar bar,siapa"ucap Alvaro.
"Dia Kezia cewek yang selalu ngintilin gue dari kelas 1 dan dia lagi di skors seminggu" ucap Alvaro.
"Emang itu cewek gimana si"ucap Alvaro.
"Dia cewek bar bar,suka berantem, songong, paling gak suka kalo ada yang deketin gue" ucap William.
"Wah parah juga"ucap Alvaro.
"Hmm,kak menurut lo gue berhenti aja gak yah jadi model"ucap Alvaro.
"Emang kenapa Lo mau berhenti padahal Lo udh Jadi terkenal"ucap William.
"Gue merasa gak suka aja klo yang jadi fotografer bukan kak Aby"ucap William.
"Tapi sayang kalo Lo berhenti"ucap Alvaro.
"Lebih baik Lo omongin bareng Aby"ucap William.
"Ok klo gitu gue mau ke kamar kak Aby"ucap Alvaro.
Meninggalkan William sendiri di ruang keluarga dan menuju kamar Aby untuk melihat keadaan Aby.
Alvaro menatap Aby yang masih tertidur pulas wajahnya terlihat tenang tanpa ada ketakutan seperti biasanya.
Alvaro mencium kening Aby lembut dan pergi ke kamarnya dia Menganti bajunya dengan baju singlet dan celana pendek serta sepatu sport.
Alvaro menuju ruang gym yang berada di belakang mansion dekat lapangan basket.
Di ruang gym terdapat Ken yang sedang mengangkat barbel.
"Kak,sendirian aja"ucap Alvaro.
"Hmm"balas Ken dingin.
Alvaro yang maklum dengan sifat dingin Ken Hanya bisa tersenyum tipis,Ken melakukan pull up terlihat otot yang terbentuk,Ken hanya memakai kaos hitam dengan celana training.
Alvaro mencoba pemanasan terlebih dahulu lalu lari di treadmill cukup lama Alvaro lari dia berhenti dan duduk tangannya menggenggam barbel.
Ken mencoba mengangkat beban tubuhnya telentang dengan tangan yang menarik tali yang tersambung dengan besi seberat 30 kg.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesif Brother
Teen FictionBesar di panti asuhan tidak membuat mereka putus asa atas apa yang sudah menjadi takdir mereka dengan keadaan yang seperti itu membuat mereka tau arti kehidupan. Mereka anak kembar yang saling mensupport dan menjadi pribadi yang kuat dengan takdir y...
