Siang ini mereka akan pergi ke tempat wisata dimana tempat tersebut banyak sekali bunga dan tempat indah untuk di lihat.
"Ok kita pake dua mobil gue sama Darren yang nyetir"William memberikan kunci mobil pada Darren.
Di mobil William ada Kezia yang duduk di sampingnya dan di belakang ada Rafa serta Leon.
Di mobil Darren ada Aby yang duduk di sebelahnya dan di belakang ada Alvaro dan juga Bryan.
Mereka pergi sekitar jam 2 siang, diperjalanan mereka melihat pemandangan yang sangat indah,Jeju memang tempat yang cocok untuk melepas penat dengan keindahan alam yang bisa merilekskan pikiran serta tubuh.
Akhirnya mereka sampai Camellia Hill tempat wisata dengan pemandangan bunga yang terbentang memperlihatkan bunga Camelia yang bermekaran.
Mereka berjalan masuk setelah membeli tiket Aby berjalan mendahului yang lain dengan wajah ceria dia menyukai suasana yang indah.
Darren hanya memperhatikan Aby dari belakang tersenyum tipis melihat Aby yang terus saja memfoto tanpa henti.
Tiba tiba senyum Darren luntur karena ada seorang lelaki yang mendekati Aby dengan tangan yang mencoba berkenalan,dengan langkah cepat Darren mendekati Aby dan merangkul bahu Aby menatap lelaki itu datar.
"what are you doing?"Darren berbicara dengan wajah datar.
"Ah Sorry, is he your brother?" Tanya lelaki itu.
"No, my boyfriend" balas Aby
"Ouh sorry" dengan cepat lelaki itu pergi meninggalkan mereka berdua dari belakang yang lainnya tertawa melihat ke posesifan seorang Darren.
"Kamu harus bareng aku"Darren akhirnya terus merangkul Aby padahal Aby masih ingin memotret pemandangan indah yang berada di depannya ini.
"Lo liat gak belum apa apa si Darren langsung pasang wajah kek gitu"
"Wajar aja sih kalo Abang gue juga liat pasti gak bakalan tinggal diem"William menyahuti ucapan Leon.
"Bener sih keluarga Lo itu posesif"
"Oh iya habis dari sini mau kemana"tanya Bryan.
"Ke Jeju Glass Castle"
Setelah menghabiskan waktu untuk berjalan jalan mereka berhenti untuk istirahat di cafe dimana cafe tersebut menyediakan teh Camelia dan berbagai macam lainnya.
Terdapat store Camellia Hill yang menyediakan oleh oleh seperti minyak camelia, balsem, dan juga sabun dari camelia.
Setelah puas berjalan di taman Camelia akhirnya mereka pergi ke tempat kedua yaitu Jeju Glass Castle.
°•°•°•°•°
Kediaman Xanders
Para anak tertua sedang berbincang di ruang tamu mereka tampaknya masih merasa kesal karena adik kembar bungsu pergi berlibur dan tidak mengajak para anak tertua.
"Setelah pulang berlibur aku ingin mengajak Aby untuk jalan jalan jadi kalian tidak boleh mengambil Aby" Ken menatap Adik adiknya dengan sengit.
"Emangnya Aby mau ikut sama Abang" Nick meledek.
"Wait gak bisa gitu dong jangan monopoli seenaknya" Julian menatap sinis Ken tanpa rasa takut.
"Biar gak berebut kita gantian buat main sama Aby ok" Louise mencoba meredakan suasana yang dingin.
Bunda yang tiba tiba datang menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat anak anaknya berebut anak bungsunya itu.
"Ok karena kita bertujuh jadi bisa adil setiap hari bisa bergantian gimana setuju" Marcell menatap para saudaranya dan mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju.
°•°•°•°•°
Setelah puas berlibur di Jeju akhirnya mereka menuju Seoul untuk membeli oleh oleh selain dari Jeju, cukup banyak yang mereka beli karena lapar mereka menuju restoran untuk makan malam.
"Wah Daebak"Leon menatap makanan di depannya dengan semangat.
"Biasa aja tuh muka Kek orang kampungan aja"Bryan menatap Leon malas.
"Biarin aja kali jarang jarang liburan ke Korea"Leon membalas Bryan.
"Adu mulut Mulu ayo makan"
Mereka menikmati makanan dengan tenang,meski Leon terlihat tidak santai karena dia tidak berhenti menyuap makanan.
"Heh Pelan Pelan makan tuh kek orang gak pernah makan aja"William menatap Leon datar.
"Hehe sorry terlalu enak soalnya"
Karena waktu belum terlalu malam mereka berjalan jalan menyusuri Seoul yang terlihat indah di malam hari.
Bahkan Aby tidak henti hentinya memotret karena sangat senang dengan pemandangan yang mampu memanjakan mata.
Setelah puas berjalan jalan dan membeli oleh oleh mereka kembali ke villa untuk istirahat,cukup melelahkan tapi membuat mereka merasa senang karena bisa merilekskan pikiran serta tubuh.
Aby duduk di kursi yang ada di balkon dia memandang ke arah langit yang penuh dengan bintang bibirnya tersenyum lebar merasa bahagia atas hari ini.
"Kalau ada waktu mungkin aku ingin meminta liburan dengan keluarga agar lebih menyenangkan"pikir Aby.
Kezia yang baru selesai mandi menatap Aby dengan tersenyum tipis dirinya mendekati Aby dan mengusap kepala Aby pelan.
"Sana mandi biar seger"
Aby menatap sejenak Kezia lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka akhirnya berbaring di ranjang saling memandang ke arah atas entah sedang memikirkan apa.
"By kamu senang kan bisa ketemu sama keluarga kamu, bisa kumpul bareng lagi"Kezia berbicara tanpa memalingkan wajahnya.
"Awalnya aku kaget dan takut kalo yang lain gak bisa Nerima kami tapi,semakin kesini aku tau kalau mereka menerima kamu dengan hangat, jujur aku masing sedikit canggung dengan Abang Abang yang lain tapi aku mencoba dan akhirnya aku bisa menerima keadaan ku yang seperti sekarang"Aby tersenyum tipis mengingat kenangan manis bersama para saudara nya.
"Aku turut bahagia, sebelum ketemu kalian William bukan pribadi yang seperti sekarang, dulu dia lelaki dingin yang bahkan aku sendiri sulit untuk dekat dengan Will, tapi sifat Will berubah setelah bertemu kalian, dan jujur aku iri dengan persaudaraan kalian hahahaha" Kezia tertawa hambar.
"Kak, perubahan sikap bang Will juga bukan dari aku dan Al tapi dari kak Kezia juga, lihat Sekarang bang Will bucin kan ke kakak"Aby menatap Kezia lekat.
"Bener sih, kamu tau gak sih pertemuan kamu sama Darren itu udah kayak Drakor aja"Kezia tersenyum gemas.
"Iya juga ya, takdir gak ada yang tau sih"Aby tersenyum tipis.
"Udah malem tidur yuu, Good night"
*******
Haii sorry baru up
Soalnya belum ada pencerahan buat alurnya wkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesif Brother
Teen FictionBesar di panti asuhan tidak membuat mereka putus asa atas apa yang sudah menjadi takdir mereka dengan keadaan yang seperti itu membuat mereka tau arti kehidupan. Mereka anak kembar yang saling mensupport dan menjadi pribadi yang kuat dengan takdir y...
