Abigail Pov
Pagi ini aku sudah siapa untuk berangkat ke sekolah yah meski matahari belum terlihat aku sudah siap dengan seragam sekolah.
Aku menyiapkan sarapan terlebih dahulu untukku dan juga Alvaro.
Aku membuat pancake dan susu hangat untuk sarapan agar tidak susah untuk di buat.
Seperti biasa Alvaro selalu datang saat sarapan sudah jadi dia sungguh pemalas,tapi dia selalu menjagaku dengan baik.
"Hari ini aku ingin ke Cafe sepulang sekolah" ucap ku.
"Baiklah,kita lihat perkembangan Cafe sudah sejauh apa"ucap Alvaro dengan memakan sarapannya.
Setelah selesai sarapan aku segera berangkat ke sekolah seperti biasa berjalan kaki karna jaraknya tidak begitu jauh.
Setelah menempuh selama 15 menit aku sudah sampai di sekolah dan segera menuju kelas, karena aku tidak suka keramaian membuat phobiaku kambuh jika berlama lama di keramaian.
Aku mengidap Haphephobia sejak satu tahun yang lalu,aku tidak bisa menceritakanya karena itu kejadian yang sungguh membuatku Sangat takut.
Yah,Alvaro berusaha menghilangkan rasa phobiaku tapi tidak berhasil sudah beberapa kali aku di bawa ke psikiater tapi tidak ada yang berhasil membuatku sembuh dari phobia.
Untung saja aku tidak takut jika berada di dekat Alvaro dan bisa menyentuhnya,dia bahkan akan memenangkan ku jika aku kambuh.
Aku bersyukur masih memiliki Alvaro walau kami yatim piatu tapi Alvaro selalu berada di sisi ku.
Sudah cukup menceritakan kisah ku ini aku sudah berada di kelas dan sudah ramai dengan teman sekelas.
Alvaro sudah berada di sampingku dia sibuk bermain game,akupun sibuk membaca Novel.
Tidak terasa bel masuk sudah berbunyi guru yang akan mengajar sudah datang,kelas menjadi tenang karena guru yang mengajar salah satu guru killer.
Aku memperhatikan guru yang mengajar,meski aku memiliki kekurangan tapi aku sangat handal dalam pelajaran selain fotografi.
Aku tidak memiliki teman dekat perempuan, meski mereka berusaha mendekatiku tapi mau bagaimana lagi aku memiliki phobia sentuhan membuatku susah dalam bergaul.
Itu tidak masalah yang terpenting aku bisa melakukan hal hal yang aku suka tanpa gangguan.
Bel istirahat sudah berbunyi aku akan ke perpus untuk mengembalikan buku yang sudah aku pinjam kemarin lusa.
"Aku akan ke perpus dulu,kamu ke kantin saja aku tidak akan lama"ucapku.
"Apa tidak apa apa"ucap Alvaro.
"Tidak,jangan khawatir hanya mengembalikan buku saja"ucap ku.
"Baiklah"ucap Alvaro.
Aku segera mengambil buku dan keluar kelas dan cepat cepat menuju perpus,jarak perpus dari kelasku tidak jauh hanya harus melewati 5 kelas dan ruang guru.
Karena aku buru buru aku tidak tau jika saat berbelok ada yang menabraku dan membuatku jatuh buku pun berserakan.
Aku segera mengambil buku yang jatuh tapi saat aku akan mengambil buku ada tangan yang sudah memengangnya aku segera menjauhkan tanganku dan berdiri.
Dia menatapku lekat aku sangat risih dan berusaha menahan phobiaku,dia mengembalikan padaku.
"Maaf sudah menabrak mu,saya buru buru permisi"ucap ku menatap wajahnya sebentar lalu pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesif Brother
Dla nastolatkówBesar di panti asuhan tidak membuat mereka putus asa atas apa yang sudah menjadi takdir mereka dengan keadaan yang seperti itu membuat mereka tau arti kehidupan. Mereka anak kembar yang saling mensupport dan menjadi pribadi yang kuat dengan takdir y...
