Hari sudah mulai malam seluruh siswa sudah di kumpulkan untuk melanjutkan acara malam ini yaitu jurit malam di mana para siswa harus masuk ke dalam hutan untuk mencari bendera yang sudah di letakan di beberapa tempat.
Setiap 1 grup berisi 7 orang,mereka harus menyelesaikan misi itu jika tidak makan akan ada hukuman yang mereka dapatkan.
Sebenarnya Camping yang di ada ini untuk menghilangkan stress sebelum ujian kenaikan dan kelulusan di mulai makan pihak sekolah melaksanakan hal tersebut.
Seluruh siswa di beri nomor acak untuk mencari grup dimana mereka akan melakukan misi tersebut.
"Baik kalian sudah mengambil nomor tersebut dan silakan di buka"ucap guru.
Semuanya membuka kertas kecil tersebut dan melihat nomor yang berada di sana.
"Aby,nomor berapa"ucap Kezia.
"Nomor 12"ucap Aby.
"Wahh sama dong"ucap Kezia senang.
Alvaro memperlihatkan nomor yang dia dapat dan ternyata mereka satu grup.
William dan teman temannya menghampiri mereka untuk mencari teman satu grupnya.
"Nomor berapa?"ucap William.
"Ini nomor 12"ucap Aby.
"Yah gak sekelompok"ucap William.
"Ehh tapi Darren sekelompok sama kalian dia juga nomor 12"ucap Rafa.
"Bagaimana anak anak sudah mendapatkan teman sekelompok"ucap Guru.
"Ok akan bapak panggil satu persatu"ucap guru.
"Nomor 1, silakan maju"ucap guru.
Guru tersebut memanggil setiap nomor dan juga siswa yang mendapat nomor tersebut harus maju.
"Kini giliran nomor 12,silakan"ucap Guru.
Aby,Kezia,Alvaro Darren dan ketiga siswa lainnya maju.
Setelah selesai semua kini waktunya mereka akan melaksanakan misi tersebut.
Setiap siswa di beri senter untuk mempermudah penglihatan.
"Baik,karena sudah semua kita mulai saja,silakan grup 1 untuk jadi pembuka misi kali ini"ucap Guru.
Grup satu mulai memasuki hutan lebih jauh mencari bendera yang tersebar.
Berselang 5 menit grup selanjutnya masuk dan seterusnya sampai semua grup mendapat giliran.
Kini giliran grup 12 posisi mereka yaitu Alvaro Darren,Aby,Kezia,siswa perempuan bernama Gia,dan 2 siswa laki laki bernama Nanda dan Riko di belakang.
Mereka menerangi perjalanan mereka dengan senter yang sudah di berikan masing masing.
Meski penerangan minim tapi mereka harus bisa mendapatkan bendera tersebut untuk menyelesaikan misi.
Nyali mereka di uji karena sering kali dedaunan bergerak dengan suara yang aneh di tambah suara hewan malam.
Agar mereka tetap bersama dan tidak saling berpisah guru sudah menyediakan tali untuk mereka gunakan.
Kezia memengang tangan Aby erat dia tidak mau Aby sampai terluka karena meski mereka baru bertemu Kezia sudah merasakan sisi Aby yang membuatnya nyaman seperti saudara sendiri.
Aby yang di sentuh oleh Kezia tidak merasa takut dia merasa biasa saja karena Aby menganggap Kezia tidak akan menyakitinya.
Alvaro orang yang paling depan berhenti saat menemukan bendera yang berada di pohon dia segera mengambilnya dan melanjutkan perjalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesif Brother
JugendliteraturBesar di panti asuhan tidak membuat mereka putus asa atas apa yang sudah menjadi takdir mereka dengan keadaan yang seperti itu membuat mereka tau arti kehidupan. Mereka anak kembar yang saling mensupport dan menjadi pribadi yang kuat dengan takdir y...
