"A, hari ini antar aku ke rumah Gina! Bisa gak? Penasaran aku, kenapa Gina susah banget dihubungi." ajakku kepada A Raihan yang sedang bermain bersama Rayyan dan Shanum.
"Hari ini Aa ada acara, Sayang ... acara gowes ke Kaki Gunung sama Komunitas Gowesnya Pak Andi, kenal Pak Andi, kan?" tanya A Raihan.
"Terus aku berangkat sama siapa?" Aku balik bertanya, berharap keluar sebuah solusi.
"Sama Tio aja!" cetus A Raihan.
"Hus! Kalo bicara tuh suka asal Aa mah!" jawabku cepat.
"Hehe ... bercanda atuh, Yang! Ya sudah naik umum aja! Atau Aa orderin taksol dari sini, gimana?" Memang tak ada opsi selain dua itu.
"Ya sudah, orderin taksol aja! Bawa dua anak harus turun-naik kendaraan aku ribet, A. Belum lagi Shanum suka tidur di angkutan umum." Kusetujui usulan A Raihan.
"Makanya harus bisa nyetir! Jadi bawa mobil sendiri kalo Aa gak bisa antar!" ucapnya ngeloyor masuk kamar, dia akan bersiap untuk berangkat gowes.
Aku kemudian duduk di sofa, kunyalakan televisi. Tak ada acara seru pagi ini selain Upin-ipin. Anak-anakku yang sedang bermain di teras pun masuk, langsung mengambil posisi ternyaman di depan televisi.
A Raihan sedang bersiap-siap hendak bersepeda bersama komunitas temannya. Berangkat pagi, pulangnya dipastikan akan sore atau malam hari. Lebih baik aku mengajak anakku untuk sekalian bermain di rumah Mama. Setiap hari di rumah dengan aktivitas itu melulu membuatku cukup sering dilanda kebosanan. Tak ada aktivitas selain menemani bermain kedua putra-putriku.
Setelah A Raihan berangkat, aku pun bersiap dan mengemas segala perlengkapan anakku. Aku berencana menginap untuk satu malam.
Akhir-akhir ini A Raihan selalu menghabiskan waktu senggangnya dengan bersepeda bersama Pak Andi. Terkadang mereka bersepeda ke suatu daerah dan menginap di sana. Aku tak pernah mempermasalahkan hobinya selama ini. Namun, untuk kali ini aku sungguh berada di titik jenuh.
Lupa tadi tak izin terlebih dahulu, aku mengirim pesan kepada suamiku.
[Aa ... aku nginep aja sekalian di rumah Mama, ya? Aa pasti gak bisa jemput karena pulangnya malam. Besok aja jemput, ya?]
[Iya, tunggu Aa jemput.]
Singkat balasan yang A Raihan kirimkan. Berarti A Raihan akan segera memulai petualangannya.
Hati-hati, A ....
💙💙💙
Pukul 10.00 aku sudah sampai di rumah Mama. Mama dan Papa selalu antusias ketika kami datang berkunjung. Ya, namanya juga cucu-cucu pertama. Ketiga adikku belum menikah, diantaranya dua masih bersekolah.
"Ma, aku titip Rayyan sama Shanum sebentar, boleh?" izinku kepada Mama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Mantan
RomanceBagaimana kalau kamu dipertemukan dengan mantan kamu 10 tahun yang lalu? Apakah yang akan kamu lakukan? Adakah cara untuk menghindarinya? Cek, yuk! Drama ringan rumah tangga. jangan lupa follow dulu!
