Seluruh murid heboh dengan kedatangan orangtua Jenessa yang tiba-tiba.
Sudah seminggu Jenessa tidak ditemukan. Dan hari ini sekolah digemparkan dengan berita bahwa Jenessa sudah tak bernyawa.
Jasadnya ditemukan di sungai.
Orangtuanya terutama ibu Jenessa menangis histeris dan menuntut sekolah karena dianggap tidak menjaga Jenessa dengan baik. Sekolah juga terus memohon agar tidak dituntut.
"Apa? Dituntut?" Ucap Veny tak habis pikir.
Seorang siswi yang memberitahu Veny mengangguk dan pergi darisana.
"Sekolah salah apa coba? Lagian dia ditemukannya di sungai bukan sekolah" Karin hanya diam mendengar ocehan Veny.
"Udah, yang penting Jenessa udah ditemuin, gue turut berduka" Veny menaikkan sebelah alisnya dan berdecih.
"Karin!" Di ambang pintu Ares terlihat tergesa-gesa menghampiri Karin.
"Ada apa?" Veny jadi malas menetap disana, ia akhirnya memilih pergi.
"Karin, lo bebas sekarang! Gak bakal ada yang berani gangguin lo lagi, sisa Mexy, lo tahu kan? Dia itu sebenarnya pengecut jadi lo aman" ujar Ares panjang lebar.
Karin mengangguk dan tersenyum tipis.
"Tapi Res, lo..gak kasihan sama mereka?"
Ares terdiam sebentar.
"Gue gak pernah peduli sama siapapun kecuali lo, karena gue cinta sama lo"
Karin menampilkan senyuman manisnya.
"Iya iya haha" Karin mengelus kepala Ares dengan lembut.
Sementara itu di tempat lain orang misterius yang sama saat menghadapi Jenessa dan Claire tengah tersenyum menyeringai.
Ia melepas headsetnya setelah puas mendengar percakapan pasangan tersebut.
"Gak peduli sama siapapun, cinta sama lo" orang itu meniru apa yang diucapkan Ares.
Kemudian ia mengambil sebuah remote dan menyalakan beberapa tv didepannya.
Disitu ditampilkan adegan Karin yang tengah mengelus kepala Ares.
"Sayangnya hubungan kalian gak bakal tahan lama" ujar orang misterius.
Pada tv yang lain terlihat kamar Ares yang kosong juga ruang kelas yang Ares tempati.
"Ya udah masuk" Karin menggeleng.
"Ares yang masuk duluan ke mobil, kan Karin udah didepan rumah"
Ares yang gemas dengan tingkah laku Karin maju selangkah dan memeluknya.
"Gue sayang sama lo"
Karin tersenyum tipis "sayang Ares juga"
"Sana masuk" Ares kemudian mundur menuju mobilnya.
Karin menurut dan masuk ke dalam rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Camaraderie {Hiatus}
Mystery / ThrillerKarin selalu dibully oleh Jenessa dan teman-temannya, karena Karin dekat dengan Ares most wanted di sekolah. Beruntung Karin mempunyai sahabat yang selalu ada di sampingnya, Venysilla. Deskripsi yang pendek, namun memiliki banyak makna di dalamnya. ...