Sudah 4 bulan vicky bertugas dan meninggalkan sara dan ibunya. Ya.. Ayah vicky juga bertugas bersama vicky. Dan dia sangat merindukan sara, setiap hari mereka berbicara lewat telfon meskipun kadang hanya sebentar mengingat mereka berdua sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Tapi mereka berdua selalu menyempatkan diri untuk memberi kabar. Vicky menyadari kalau dia menyukai sara, tapi dia bingung untuk mengungkapkan perasaannya.
Sejak kemarin dia mencoba menelfon sara namun nomor sara tidak aktif, atau diluar jangkauan dan ini membuat vicky khawatir. Dia takut terjadi sesuatu pada sara.
"Apa kamu baik-baik saja" tanya varun, dia adalah sahabat vicky.
"Aku baik-baik saja" vicky mencoba berbohong pada varun
"Ayolah jangan berbohong padaku, aku sahabatmu. Dan semenjak beberapa bulan terakhir aku melihat ada yang berbeda padamu, kamu kembali lagi seperti dulu dan dari raut wajahmu sekarang kamu terlihat sedang menghawatirkan Seseorang" katanya.
"Aku masih sama seperti dulu, tidak ada yang berbeda. dan aku tidak mengkhawatirkan siapapun" jawab vicky.
"Baiklah kalau begitu, jika kamu ingin menceritakan sesuatu, aku selalu akan mendengarkanmu dan aku selalu mendukungmu" kata varun, lalu dia meninggalkan vicky sendiri.
Mendengar perkataan varun vicky merasa bersalah telah berbohong kepada sahabatnya bahwa dia telah menikah, dia harus segera menceritakan semuanya pada varun.Setelah berkali-kali mencoba menelfon sara namun masih tetap saja tidak bisa, jadi vicky menelfon amma nya.
"Hallo sayang bagaimana kabarmu, maa sangat merindukanmu" suara dimple terdengar sangat senang di telfon.
"Aku baik maa, bagaimana kabarmu" kata vicky, bertanya pada amma nya.
"Aku juga baik sayang, dimana appa? Apakah dia baik?" dimple menanyakan kabar suaminya.
"Appa baik ma, tidak perlu khawatir. Dia sedang bertugas" jawabnya.
"Baiklah kalau begitu" kata dimple.
"Maa, apakah sara dirumah atau dia sedang bekerja?" tanya vicky yang khawatir bagaimana kabar istrinya.
"Dia pergi bersama teman-temanya sejak kemarin" jawab dimple.
"Sejak kemarin? Pergi kemana maa" vicky mengerutkan kening dan mengambil nafas panjang, kenapa sara tidak memberitahunya bahwa dia akan pergi bersama teman-temanya.
"Maa tidak tahu pasti kemana dia pergi, hanya saja dia bilang itu urusan pekerjaan. Apakah dia tidak memberitahu padamu" tanya dimple, padahal dia tahu kemana sara pergi. Hanya saja sara telah merencanakan sesuatu dan dimple membatunya jadi dia tidak ingin merusak rencana menantunya. Meskipun dia tidak tega mendengar suara khawatir putranya. Sepertinya dia telah mencintai sara.
"Aku mencoba menghubungi nomornya sejak kemarin tapi selalu tidak bisa maa, aku sangat khawatir padanya" jawab vicky, dari nada suaranya siapapun pasti tahu kalau dia sangatlah khawatir pada istrinya.
"Mungkin sebentar lagi dia kembali, maa akan menyurhnya untuk segera menghubungimu" seru dimple dengan sering diwajahnya.
"Baiklah maa kalau begitu, aku harus menerima bantuan medis yang datang" kata vicky.
"Baiklah sayang, jaga kesehatan dan beritahu paa juga. Maa sangat merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu maa, sampai jumpa.. I love you and I miss u" Vicky berkata sambil mengenggam telfon sampai buku jarinya putih.
"I love you too and I miss u too baby" kemudian mereka menutup telvon. Dan vicky mulai bekerja lagi karena sebentar lagi bantuan medis akan datang membawa obat-obatan untuk anggota militer dan juga warga sekitar.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENCINTAIMU? (English-Indonesia)
Romance"Perjodohan?" aku masih tidak mengerti dengan semua ini. "Ya, perjodohan kedua orang tua kita membuat perjodohan ini. Apa kamu masih belum tahu?" dia kembali bertanya dan aku masih belum bisa mencerna sepenuhnya apa yang dia katakan. Kenapa ayah dan...