SELAMAT HARI SABTU TEMAN-TEMAN 🤗
yuk dinikmati rest day nya di hari Sabtu dan Minggu ini.Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan istirahat yang cukup. Makan yang banyak dan sehat biar selalu kuat menghadapi tantangan apapun 💪🏻
Saya mau minta maaf sekaligus minta izin untuk hari Minggu sampai Selasa tidak up dulu 😔 sedang salam kondisi tidak bisa ngetik 🤧 Kita ketemu lagi di hari Rabu ya 💙
--------
Dimobil Yuju, Sinb benar-benar hanya diam. Ia bahkan tidak mau membahas apapun tentang Yerin. Disatu sisi, Sinb sangat kesal dan ingin marah saat ini. Disatu sisi, dia juga merasa tidak ada hak marah kepada Yerin atau siapapun itu. Sinb sadar dia masih belum berani mengungkapkan perasaannya sendiri. Itu artinya Sinb juga belum siap menjaga dan memiliki Yerin kan? Makanya saat ini Sinb memilih diam saja. Takut jika banyak bicara malah menyakiti orang lain secara tidak sadar.
Sesampainya di apartemen, Yuju mengantar Sinb ke kamarnya terlebih dahulu.
"unnie bawa saja belanjaannya untukmu" ucap Sinb
"mwo?! kau memberikan semua ini padaku? aish jangan begini Sinb-ah, aku jadi enak" ucap Yuju
"baguslah, kalau begitu segeralah istirahat unnie, annyeong" ucap Sinb langsung masuk dan menutup pintu apartemennya.
"duh maksudku jadi gak enak, tapi .. Gomawo Sinb-ah .. tau aja akhir bulan" ucap Yuju. (sahabat mah gini ya wkwk)
Walaupun Yuju tau password apartemen Sinb, tapi dia memilih untuk ke kamarnya saja sesuai ucapan Sinb. Yuju tidak mau mengganggu Sinb disaat-saat seperti ini.
Sinb memeriksa ponselnya dan Yerin masih belum membaca pesannya. Tapi kali ini Sinb sudah tidak berharap banyak. Ia sudah tau alasan kenapa Yerin tidak membalas pesannya sejak tadi sore.
----
Yerin POV
Hari ini aku jalan bersama Hayoung karena sudah lama kami tidak bertemu. Hayoung sendiri adalah tetangga ku saat masih SMP dulu. Kami beda sekolah, namun setiap hari Hayoung selalu main ke rumahku. Orang tua kami juga sangat dekat dulu, makanya kami sudah seperti saudara. Saat memasuki SMA, Hayoung pindah keluar kota. Jadi pertemuan tadi siang adalah pertemuan pertama kami setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
Hayoung juga mengajakku keluar setelah kerja, dia mengajakku makan es krim dan jalan-jalan sebentar. Aku merasa tidak enak saat bertemu Sinb tadi, tapi Hayoung adalah teman lamaku. Jujur, mata Sinb sangat kecewa dan aku paham. Tatapan itu sudah ada sejak tadi siang. Hanya saja aku tidak bisa menerima kekecewaanmu sepenuhnya Sinb-ah. Aku bahkan belum menerima pernyataan apapun, wajar kan sekarang aku masih bebas melakukan apapun?
Bukannya ingin menjadi jahat dan dikejar mati-matian. Aku sudah pernah bilang, apapun yang terjadi, aku akan menjalaninya saja dan menikmati setiap momennya. Di saat dewasa seperti ini, rasanya terlalu malas membahas perasaan jika itu hanya akan berujung menyakitkan.
Aku tidak mau kehilangan Sinb. Tapi aku juga tidak mau dicap sombong oleh temanku sendiri. Mungkin ini terlalu menyakitkan juga untuk Sinb, mian Sinb-ah .. aku akan segera menghubungimu.
Yerin POV end.
Yerin sudah diantar ke apartemen oleh Hayoung saat ini. Ia langsung bersih-bersih dan baru sempat membuka ponselnya. Ada panggilan tak terjawab dan pesan dari Sinb.
Yerin merasa tidak enak karena mengabaikan pesan Sinb sangat lama. Ia langsung menelfon Sinb saat itu juga untuk meminta maaf.
Tapi sudah empat kali Yerin menelfon Sinb dan tidak ada jawaban apapun dari Sinb.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Journalist [SINRIN]
FanfictionPekerjaan ini berbahaya, dan ntah berujung dimana. Tapi pada akhirnya aku bersyukur karena pekerjaan ini mempertemukanku dengannya - Jung Yerin.