15

347 48 2
                                    

Setelah beberapa hari yang menyedihkan, akhirnya Sinb dan Yerin bisa kembali merasa saling menghangatkan setelah menjadi saling dingin. Sinb memaafkan Yerin karena mengabaikan dirinya saat bersama Hayoung dan Yerin juga memaafkan Sinb yang tiba-tiba menghilang begitu saja.

Hari ini, akhirnya Sinb akan dioperasi oleh Umji dan beberapa dokter spesialis yang akan membantunya.

"apakah Yerin unnie boleh masuk dan menemaniku?" tanya Sinb

"mwoya .. Yerin unnie kan tidak akan kemana-mana juga, kau tidak bisa ditemani siapapun saat operasi Sinb-ah" ucap Yuju

"Yerin unnie boleh masuk kok, hanya saja sampai kau dibius" ucap Umji

"JINJJA?!" Sinb sangat bersamangat mendengar ucapan Umji barusan

"yaak lihat infusmu" ucap Sowon memperingati

Saat ini mereka semua ada di rumah sakit, tepatnya di ruang rawat Sinb untuk menemani Sinb operasi. Bahkan Yerin sampai meminta cuti kepada pamannya hingga Sinb selesai operasi dan pemulihan di rawat inap selama tiga hari. Untungnya paman Yerin orang yang sangat baik. Namun terlepas dari itu, Sowon juga sudah menceritakan sosok Sinb kepada paman Yerin sehingga paman Yerin sangat meng-support hubungan keduanya.

"hehe aku terlalu senang karena Yerin unnie akan menemaniku di dalam" ucap Sinb 

"hanya sampai kau dibius Eunbi" ucap Umji memperingati

"arra .. "

"meskipun hanya sampai dibius, setidaknya orang terakhir yang ku lihat sebelum istirahat sebentar adalah Yerin unnie" ucap Sinb lagi

Sejak tadi Yerin hanya bisa senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Sinb yang selalu soft dan menenangkan. Sinb juga tidak melepaskan tangan Yerin yang sejak awal masih di genggamnya.

Akhirnya tibalah waktunya untuk Sinb memulai operasinya. Ia dan Yerin masuk berdua ke ruang operasi.

"Jangan khawatir unnie, aku hanya akan istirahat sebentar" ucap Sinb

Sejak tadi, Yerin memang terlihat agak cemas dan tidak tenang. Bahkan kelihatannya ia lebih panik daripada Sinb yang akan di operasi.

"Aniy .. apakah operasi ini akan lama?" Tanya Yerin

"Molla .. unnie tanyakan saja pada Umji nanti" ucap Sinb

Yerin mengangguk.

"Unnie" Sinb memanggil Yerin agar menatapnya. Sejak masuk ruang operasi itu, Yerin hanya menunduk.

"Eung?"

"Mungkin aku tidak seharusnya mengucapkan ini disini, hanya saja .. aku benar-benar semakin menyayangimu" ucap Sinb

"Kita bisa bahas itu setelah kamu selesai di operasikan?" Ucap Yerin

"Selama aku tertidur nanti, jangan memikirkan orang lain, eo?" Ucap Sinb iseng

"Mwoya .. bagaimana aku bisa memikirkan orang lain sedangkan kamu berjuang disini" ucap Yerin

"Bukan karena .. memang hanya ada aku di pikiran unnie?" Ucap Sinb sambil tertawa kecil

"Kita akan segera mulai Eunbi-ah" ucap Umji yang memasuki ruangan operasi

Dokter dan beberapa perawat lain yang akan mengoperasi Sinb juga sudah datang.

Yerin segera memegang tangan Sinb yang tidak di infus. Sinb tersenyum dan memandangi Yerin cukup lama.

"Aku akan segera menyuntikkan biusnya, jangan dilawan. Ikuti saja" ucap Umji

The Journalist [SINRIN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang