Ponsel Sinb terus berbunyi dan menampilkan tulisan "Paman Jung" di layar nya.
Dengan tangan yang bergetar Sinb mengangkat telfon itu.
"Kenapa lama sekali mengangkatnya?"
"Mi-mian paman .. a-aku .. "
"Ke kantorlah sekarang, Sowon dan Yerin sudah menunggumu disini"
"NDEE?! TA-TAPI BUKANNYA?--
"itulah kenapa aku terus menelfonmu sejak tadi Hwang Eunbi"
Sinb langsung mematikan telfonnya dan mengajak Eunha, Yuju dan Umji bergegas ke kantor.
Sinb meminta Yuju agar terus membawa mobil dengan cepat.
"Yaak, tenanglah. Jika kau begini bisa-bisa kita yang tidak bertemu mereka" ucap Yuju yang tetap fokus menyetir
"Yuju unnie benar Sinb-ah, tenanglah. Paman juga tidak mungkin bohongkan" ucap Umji
Sinb hanya bisa mengangguk dengan perasaan yang sulit di jelaskan saat ini.
----
Sesampainya di kantor, Sinb dan yang lain bergegas menuju ruangan paman Yerin. Saat memasuki ruangan itu, benar saja sudah ada Yerin dan Sowon disana.
"Unnie?!" Sinb langsung berlari memeluk Yerin, melupakan kaki nya yang mungkin bisa saja terluka lagi karena bekas operasinya.
"Hey .. pelan-pelan" ucap Yerin yang langsung meraih Sinb dan memeluknya.
"Aku hampir saja kehilangan semangat hidupku" ucap Sinb
"Ada dokumen yang tertinggal, jadi kami segera menaiki taksi ke kantor. Ternyata pesawatnya sudah berangkat dan kami juga mengetahui kabar itu" ucap Sowon
"Syukurlah kalian tidak apa-apa sekarang" ucap Eunha
Sinb terus memeluk Yerin dengan erat cukup lama, di depan semua orang bahkan pamannya Yerin.
Tidak ada yang bisa Sinb ucapkan selain ia berterima kasih pada tuhan karena saat ini Yerin masih ada di pelukannya.
----
Sejak kejadian hari itu, Sinb meminta agar Yerin dan Sowon tidak ditugaskan ke luar kota lagi. Sekalipun itu harus, Sinb akan ikut dan mereka akan menaiki bus atau transportasi darat saja.
Sinb juga sudah bisa kembali bekerja. Selama bekerja, tidak jarang Sinb mencuri kesempatan untuk berdekatan, menggoda Yerin, bahkan sesekali mencium pipi Yerin jika kondisinya memungkinkan.
"Ini laporan kecelakaan itu kan?" Ucap Yerin
"Ini fotonya, sudah ku cetak" ucap Sowon
"Teh hangat unnie" ucap Sinb memberikan secangkir teh yang dibawanya untuk Yerin
"Gomawo bi" ucap Yerin
Begitulah suasana kantor mereka setiap harinya, ramai, riuh, dan sangat sibuk.
Mereka semua bekerja pagi hingga malam, mengejar berita sana sini. Mengumpulkan data, memberikan laporan tanpa henti.
----
Hari ini paman Yerin mendadak menugaskan mereka ber-lima untuk liputan di pulau Jeju. Kali ini paman Yerin bahkan memberikan tiket pesawat dan penginapan yang bagus untuk mereka.
"Kamu yakin bolehin aku naik pesawat kali ini?" Tanya Yerin
"Eum .. aku kan juga akan disana bersama unnie, jangan khawatir" ucap Sinb mengelus pipi Yerin

KAMU SEDANG MEMBACA
The Journalist [SINRIN]
FanfictionPekerjaan ini berbahaya, dan ntah berujung dimana. Tapi pada akhirnya aku bersyukur karena pekerjaan ini mempertemukanku dengannya - Jung Yerin.