Kasih partisipasi dulu atuh biar makin berkah :))
Gadis itu melangkahkan kakinya keluar kamar menuju ke ruang makan. Tampak ayah dan ibu sedang bercengkrama selagi sang ibu menyiapkan sarapan.
"Pagi cangtip." sapa Ayahnya yang diketahui berinisial Chandra dan bernama C.
"Ih tumben banget nyapa biasanya juga udah diajak gelut kalo ketemu batang idung anaknya." ucap sang gadis.
"Eh kamyu kan bukan anak akyu yach." sahut ayah yang diduga anaknya
mungkin anak ya soalnya ga diakui sama bapaknya
"Aduh mohon maaf bapak alaynya dikondisikan dulu tolong disimpen di celengan babon aja ya ngga usah di umbar umbar." Ucapnya risih akan perkataan ayahnya
soalnya udah kayak bapack bapack jaman ngefanboy apelbell.
Tak lama dari perdebatan anak dan bapak munculah anak pertama dari ayah chandra dan ibu sinta.
"Lanjutkan ayok Mark disini setia menonton sembari sarapan...oohh sungguh elok pagi ini." tutur Mark
Emang rada puitis maklum dia suka nonton roman picisan bin dilan jadinya kayak gitu.
Ibu sinta pun menengahi mereka dengan mulai menyuruh anak dan suaminya untuk segera sarapan.
----------
"Kamu dianter abang kan dek?" Tanya sang ayah pada putrinya.
"Iyalah masa mau dianter sama pemadam kebakaran." jawaban gadis itu membuat sang ayah membelalakan matanya.
Maklum lebaynya ngga bisa di tensi.
"Udah yok fel jadi gak?" Ajak Mark.
"Udah ayok, yah adek pamit ya itu sok sok an shocky nya udah dulu diliatin mas bentri tu." kata gadis tersebut yang pamit pada ayahnya.
"Ihh amit amit ntar ayah diajak ngondek di perlapanan lagi." kata Chandra.
"Perempatan yah yaudah aku pamit ya." Mark membenarkan.
"Ya itulah pokoknya, kamu sama Felicia hati hati gausah ngebut." Ayah Chandra memberi wejangan.
Setelah berpamitan kedua saudara tersebut mulai meninggalkan rumah untuk pergi ke kampus.
---------
Sesampainya di Fakultas. Felicia turun dari motor dan segera masuk ke dalam kelas nya kalau Mark nya ya ke fakultnya sendirilah maklum mahasiswa akhir lagi burik buriknya.
"Kok lu lama sih fel." protes Yuqi yang tersangka sebagai temannya.
"Emang mau ngapain juga aing juga ngga telat nih." kata Felicia yang menatap Yuqi kebingungan.
"Dia kenapa sih lip kemaren abis mabok makananya prikitiw ya?" Tanya Felicia.
Fyi prikitiw tuh ikan cupangnya yuqi.
"Gatau juga keknya kena mantranya limbad deh soalnya tampangnya sebelas dua belas." kata Jungeun.
"Ga salah si tapi bener juga." kata Felicia.
Kelas pun tak lama dimulai. Semua mahasiswa mulai mengikuti kelas dengan segala kesanggupan dan ketangguhan.
Ya mohon maklum soalnya Felicia sama Yuqi ngga sanggup karena mereka berdua males, tukang rebahan jadi maklumin aja.
Tapi jangan ditiru ya sahabat (padahal saya juga gitu)
Selesai kelas mereka bertiga makan siang di kantin kampus sambil melakukan hal yang menyenangkan yaitu ghibah.
Eit tenang ghibahinnya tentang depeer yang nanti tiba tiba buka jasa laundry.
emang gak guna mereka ini.
Selesai makan dan solat zuhur mereka bertiga pulang. Felicia nebeng Yuqi soalnya mereka tetanggaan dari jaman masih nyangkut di tali pusar.
---------
Felicia masuk kedalam rumah melihat rumah yang udah nggak karuan intinya lebih dari angkot yang kebalik. Berantakan lah pokoknya sampe meja udah kebalik terus kursi di tumpuk tumpuk.
"Eh ada cewe cakep nih lama ga ketemu" kata Woojin.
"Ini punya gw jin enak aja main godain" sahut Lucas. Mereka ini teman temannya Mark.
Felicia hanya melirik sekilah setelah menyuruh untuk merapikan kembali dan beranjak ke kamarnya.
------
Cukup lama Felicia di kamar sambil nonton Netflix ia memutuskan untuk pergi ke minimarket di depan blok.
Sampai di bawah ruang tengah masih berantakan namun tak separah tadi. Teman teman Mark lagi pada tidur keliatan kek ikan lagi berjemur.
Saat ingin keluar rumah "Mau kemana fel?" Tanya Mark.
"Mau jajan di depan" jawab Felicia.
"Sendirian gitu?" Tanya Mark lagi.
"Enggak ada tuyulnya kok tapi tak kasat mata" jawab Felicia yang dari jelas jelas sendiri.
"Lu jangan sendiri deh jam berapa ini" kata Mark.
Ini memang masih jam dua siang biasanya jam jam segini banyak begal di sekitar blok.
"Gapapa ih cuma jajan kedepan doang." kata Felicia.
"Jun tolong temenin gih." kata Mark sam temennya yang namanya kek kembaran jin.
Felicia merasa asing soalnya ga pernah liat kata Mark tadi itu temennya.
Di batinnya "itu siapa si?"
Akhirnya mereka berdua pergi ke mini market naik motor soalnya kalo jalan lama padahal cuma lima menit.
"Lo Felicia kan." tanya cowok itu waktu kita udah sampe di parkiran.
"Ah iya dari abang pasti ya." kata Felicia yang masih canggung.
"Iya, kenalin Dejun Satria Arghanis panggil aja dejun." Katanya mulai mengenalkan diri.
"Oh kenalin Chandini Felicia muditya panggil aja Felicia," Felicia mulai ngenalin diri.
Setelah kenalan tadi mereka masuk ke minimarket buat jajan.
Hi!
Aku balek lagi buat revisi cerita ini semoga suka yaa tenkyuuu
18/2/21
KAMU SEDANG MEMBACA
Seems the Same (ft. Xiao Dejun)
FanfictionTak dapat dipungkiri mereka tertulis pada tempat yang sama. Lebih dan cukup berdampak dari keduanya. "Kata yuqi kalau udah pacaran harus panggil mas gitu." "Iya dek." "Loh kok gitu, kan aku pacaran bukan adekan." Kernyitan terlihat di atas kening...
