Jangan lupa partisipasinya kawann
Senyum heh ya 😊
"Lo tuh ngga pernah kuliah ya? Bolos? Atau lo cuma titip absen?" Tanya Felicia yang sudah selesai kelas.
"Kan gue udah pernah bilang kalau gue ambil kelas, lagi pun gue udah mulai skripsian dari sebulan yang lalu." Dejun menyesap kopi nya.
"Oh iya kan sama kayak si camar."
Felicia beranjak untuk memesan chamomile tea kesukaannya lalu kembali menghampiri Dejun.
"Lo tuh kan punya cafe sendiri, ngapa malah nongki disini?" Tanya Felicia yang baru duduk di depan Dejun.
"Cari suasana baru."
"Suasana baru katanya." Cibir Felicia.
Dejun terkekeh, "Lo mau ke cafe gue?"
"Emang gapapa?"
"Ya emang kenapa?"
Lah kok tanya balik si Dejun ini.
"Ishh gimana sik."
"Kalau mau lo tinggal bilang aja nanti gue anter atau kalau mau mampir kesana gue juga welcome banget."
Welcome lah orang gebetan yang dateng.
Felicia mengangguk paham, "Nanti deh liat waktu, kalau gue sempet mungkin bisa mampir."
"Habis ini langsung balik ya, gue mau istirahat mumpung gaada tugas." Ucap Felicia yang kemudian diangguki Dejun.
Mereka udah sejam disana. Felicia greget pengen keluar cafe gara gara ngga betah. Soalnya ngga terlalu suka dia sama nongki nongki di tempat kaya gini, mending ke soto jaja sama yuqi sama jungeun terus dijajanin deh.
Sebelum balik Dejun sempet nawarin jajan dulu tapi Felicia nya ngga mau katanya capek mau langsung tidur.
Heran ini cewek satu isinya kalau nggak makan ya tidur.
Definisi beban.
"Yang nyenyak bobok nya." Pesan Dejun sebelum pergi.
"Gue mau mimpi buruk ketemu yuqi sampe mimpi indah dinikahin woo do hwan juga tetep pules." Tutur Felicia.
"Kalau mimpi indah dinikahin gue makin pules ngga?" Tanya Dejun tiba tiba.
Felicia menatap Dejun datar, "Ya akhi, tunggu dulu lah gue masih belum buatin design baliho segede gaban mau lu nikahin."
Dejun terbelalak, kaget dia. Felicia ngomong nya enteng banget.
"Beneran mau?"
"Kalau udah jodoh ya mau ngga mau, tapi kalo bukan jodoh ya wassalam."
"Udah gue masuk dulu, lo hati hati. Assalamualaikum." Felicia ngomong singkat padat jelas
Dejun masih bengong liatin pintu rumah pak Chandra yang udah ditutup sama Felicia bergumam, "Waalaikumsalam, ini gue ngga mimpi kan"
---
Tok tok tok
"Cacak ada di dalem?" Mbak Mimi mengetok pintu kamar Felicia.
"Ada mbak, sebentar."
Felicia keluar dengan wajah segar yang berarti ia baru saja selesai mandi.
"Bapak minta kamu kesana. Dari tadi di teriakin ngga nyaut katanya."
Setelah Mbak Mimi bilang, Felicia bergegas turun ke ruang tengah.
"Eiyyoow wasap ayah." Tak lupa dengan sign khas nya bak remaja milenial
"Kenapa nih panggil aku? Ibu mana?"
"Mau ngobrol ajalah, gimana kuliah nya?" Tanya Ayah
"Aman." Sambil menunjuk kan dua jempolnya
"Mau magang dimana habis ini?"
"Di kantornya temen ayah mau gak? Bagus kok mereka ada kecimpung di industri hiburan juga, nanti kamu bisa wujudin mimpi kamu buat nge design baliho titan." Tawar Ayah.
"Makasih Ayah buat tawarannya, maaf bukan aku nolak tapi aku ngga mau magang pakai cara orang dalem. Ayah ngga usah khawatir, aku udah ada beberapa tempat buat magang dan tinggal ku pertimbangin."
Dari belakang Ibu tiba tiba datang dengan sepiring nampan berisi salah satu jajanan Felicia yaitu Cireng.
"Wah aci." Dengan semangat Felicia mencomot cireng yang ada di piring.
"Cacak bener kok dia tau apa yang dia lakuin sendiri pasti sesuai sama ekspektasinya. Ayah juga ngga salah soalnya paling engga ayah kasih referensi buat kamu dek." Ibu duduk setelah mengucapkan itu.
"Gapapa kok ayah nanti ku pikirin lagi."
"Mikir apaan? Emang lu bisa mikir?"
"Lu tuh mandi engga, kamar acak acakan, tiap malem teriak teriak, muka kucel mau jadi boboho lu?"
Felicia kesal soalnya Mark tiba tiba datang langsung ngatain orang.
Mereka berdua bertatapan sinis sebelum Mark bilang kalau akhir akhir Felicia serinh dianter jemput sama Dejun.
"FREAK BANGET SIH LU"
"KOK NGAMUK?"
"Mark hari ini semangka gaada ya."
Mark langsung diam, bisa sekarat dia kalau hari ini gaada semangka.
"Ahahahha mampus." Felici menatap sengit.
"Felicia hari ini menu nya kakap bakar aja ya."
Kena semua ini mah.
Si bapak tiap anaknya ribut juga malah di fotoin.
"Bu jangan dong plish, tambah tempe atau tahu aja gapapa kok."
"Ibu aku seharian pusing sama bab II harus healing sama semangka."
Dispatch dadakan bapak chandra beraksi ketika dua kakak beradik saling merengek.
"Abis ibu niatnya mau belanja karena dapur udah tipis karena tadi pagi ngga sempet ke pasar tapi gajadi soalnya kalian malah ribut gini." Ibu santuy ngomong sambil ganti saluran TV.
"Maaf Ibu, iya kita salah."
"Maaf bu, sekarang kita aja yang belanja gimana?" Mark menawarkan
"Loh kok kita lu aja kali." Felicia berbisik
"Lu mau makan pake ikan kakap?" Felicia langsung menggeleng.
"Iya bu kita yang belanja."
Ibu tersenyum lebar lalu mengirimkan catatan belanja ke Mark dan uang ke Felicia.
Aku apdet perdana ditahun ini hehe
Awalnya mau apdet kmren pas tanggal satu tapi lupa gegara nonton smtown 😭😭
Btw ini apdet pas lagi ptm di kelas mumpung inget ada ini tulisan. Maap ya sist😬
Hari ini wayV anniv
Jangan lupa nonton live nya yaaa
Semoga Lucas cepet ada hilal buat balik setelah ini💚💚
Jaga kesehatan bestie <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Seems the Same (ft. Xiao Dejun)
FanfictionTak dapat dipungkiri mereka tertulis pada tempat yang sama. Lebih dan cukup berdampak dari keduanya. "Kata yuqi kalau udah pacaran harus panggil mas gitu." "Iya dek." "Loh kok gitu, kan aku pacaran bukan adekan." Kernyitan terlihat di atas kening...
