20

584 67 16
                                        

Satu minggu telah berlalu, tidak ada yang berubah semenjak kejutan kecil yang di berikan yuri untuk yena

Hanya saja yena menjadi sangat workaholic sekali hingga terkadang membuat yuri marah karena yena sering melewatkan makannya

Seperti saat ini, yuri harus mengantarkan makan siang untuk yena

Tok tok tok

Yuri mengetuk pelan ruang kerja milik yena dan membukanya perlahan, yuri memperhatikan yena yang sedang fokus bekerja dan tidak menyadari bahwa yuri sudah masuk ke dalam ruang kerjanya

"Makan dulu gih"ucap yuri kepada yena

Yena yang mendengar suara yuri seketika menegakkan kepalanya dan tersenyum.......sangat manis hingga membuat pipi yuri bersemu merah

"Suapin"ucap yena sedikit......manja

Yuri terkejut melihat yena yang berlagak sedikit manja kepadanya, jujur saja selama beberapa hari ini yena selalu saja manja kepadanya

Entah itu minta tidur satu ranjang, makan di suapin, minta di siapkan baju yang akan yena pakai hari itu, dan yang paling membuat jantung yuri berdetak tidak wajar adalah saat yena memeluknya dengan sangat erat ketika mereka tidur satu ranjang

"Makan sendiri, aku masih ada kerjaan"ucap yuri cepat

"Kerjaan apa?lo kerja apa?kenapa harus kerja kan ada gw yang siap nafkahin lo?"tanya yena bertubi-tubi

Awalnya yuri terlihat marah karena yena terlalu banyak tanya tapi mendengar ucapan terakhir yena membuat yuri merasa sedikit malu

"Bukan pekerjaan seperti itu yena, aku masih ada pekerjaan bersih-bersih kamar"jawab yuri

"Kenapa harus lo yang ngerjain?kemana karyawan lain?apa gw harus nambah lagi karyawan?sepertinya mereka tidak bec—"ucapan yena terpotong karena yuri mengecup singkat bibirnya

"Sstt jangan banyak bicara lagi, lebih baik kamu makan sekarang sebelum aku berubah pikiran untuk menyuapi bayi bebek ini"ucap yuri

Yena akhirnya berhenti bertanya dan kemudian ia mendekati yuri untuk mendapatkan makanannya

Tapi sebelum makan, yena terbesit pikiran nakal untuk menggoda yuri yang sedang serius menatap makanan yena

"Bagaimana kalau gw makan lo aja?"ucap yena sembari menaik turunkan alisnya dan bermimik wajah seperti om-om yang genit

"Kamu kayak om-om mesum"ucap yuri singkat

"Anjing di katain om-om"gumam yena pelan namun masih bisa di dengar oleh yuri membuat yuri tertawa pelan mendengarnya

"Mulutnya!"ucap yuri memperingati

"Yayayaya"hanya itu jawaban dari yena

Yuri kini sudah mulai menyuapi yena seperti seorang ibu yang menyuapi anaknya, ngomong-ngomong soal ibu yuri jadi terdiam dan memikirkan sesuatu yang sudah mengganggunya sejak ia pulang dari mall

'Apa aku harus memberitahu dia?'tanya yuri di dalam hati

"Kenapa?"tanya yena tiba-tiba membuat yuri terkejut karenanya

"Apa?"bukannya menjawab yuri malah balik bertanya

"Ck kenapa lo melamun?"tanya yena lagi

"Ohh enggak kenapa-kenapa, aku cuman lagi kangen aja ke orang"ucap yuri berbohong

"Kangen?orang?siapa?"tanya yena sedikit ada nada kecemburuan di dalamnya

"Kepo kamu"jawab yuri singkat

Psycho || YenYulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang