Semoga suka!
<selamat membaca>
Malam yang begitu dingin di kota Seoul, di lalui seorang yeoja cantik dengan wajah kacaunya. Terdengar tangisan keputus-asaan dari yeoja itu. Berjalan tidak tentu arah dengan udara yang cukup dingin. Tibalah ia di Sungai han, tempatnya untuk selalu berbagi cerita menyedihkannya.
"Arrrggghhh!!!" Ia berteriak, tangannya memukul-mukul perut rata yang tertutupi kaos pendek miliknya.
Drrtt...Drrtt
Bahkan ponsel yang berbunyi tidak ia hiraukan. Ia hanya ingin bebas dari beban berat hidupnya, bersiap untuk melompat namun tangannya segera di tarik oleh seseorang ke dalam pelukan hangat.
"berbagilah pada saya apa yang kau rasakan, Eunha-ya!" Eunha,yeoja itu semakin terisak dalam pelukan hangat seseorang.
"Jungkook"
"tenanglah, saya akan selalu berada di sampingmu"Jungkook mencoba menenangkan sang sahabat yang masih saja menangis.
Jungkook dan Eunha adalah sahabat sedari kecil, mereka selalu bersama. Bahkan Jungkook akan sangat marah jika ada yang menyakiti sahabatnya itu. Mereka saling menyayangi layaknya seorang saudara. Bagi Jungkook, Eunha adalah priotasnya. Jungkook tidak pernah mengenal cinta karena hidupnya hanya berisi tentang ia dan Eunha.
Setelah Eunha mulai tenang, Jungkook membawa Eunha kembali ke Apartemen yeoja itu. Jungkook sebenarnya tidak tahu apa yang dialami oleh Eunha tapi ia akan selalu berada di sampingnya, memberi Eunha sebuah dukungan agar Eunha tidak tertekan.
Sekarang ini mereka sedang duduk di ruang tamu apartemen milik Eunha dengan Eunha yang masih memeluk Jungkook.
"Eunha, apa yang terjadi padamu hingga kau berniat bunuh diri?"Eunha terdiam mendengar pertanyaan Jungkook. Ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Eunha takut jika Jungkook mengetahuinya, ia akan marah dan tidak ingin berteman dengannya lagi.
"Eunha, saya sudah bilang apapun masalahmu berbagilah dengan saya, saya akan mendengarkanmu"Eunha semakin memeluk Jungkook erat. Ia bahagia memiliki Jungkook di sisinya. Baginya Jungkook adalah segalanya, Jungkook bahagianya dan juga dunianya.
"Jungkook, jika aku memberitahumu, kau harus berjanji jangan marah dan menjauhiku" pinta Eunha.
"tidak akan, saya tidak bisa marah padamu. Jadi katakanlah"
"Aku...aku hamil" Jawaban Eunha membuat Jungkook terkejut. Rahangnya mengeras dan tangannya terkepal. Jungkook menatap Eunha tajam.
"siapa yang melakukannya?"berbeda dari yang tadi, Jungkook yang sekarang terlihat lebih menyeramkan dengan tatapannya itu.
"Jae...Jaehyun"
"si brengsek itu!" Jungkook jelas tahu siapa Jaehyun. Ia adalah musuh Jungkook sejak JHS dan sampai sekarang mereka tidak pernah berdamai. Jungkook tahu, Jaehyun pasti ingin balas dendam padanya melalui Eunha. Jaehyun tahu jika kelemahan Jungkook adalah Eunha. Namun tetap saja Eunha tidak terlibat dalam masalah mereka tapi sekarang ia yang harus menanggung bebannya.
"apa kau sudah memberitahunya tentang bayi itu?"
"su..sudah tapi Jaehyun bilang, ia tidak akan bertanggung jawab"Eunha menjawab dengan menundukan kepalanya. Ia takut melihat Jungkook yang tengah emosi.
"Kurang ajar!"Jungkook memukul meja yang berada di depannya kemudian berdiri.
"kau mau kemana?"Tanya Eunha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Boy With Luv | Kookv ||END~
FanfictionJungkook terpaksa menikahi sahabatnya, Eunha yang berniat bunuh diri karena hamil. karena rasa sayang Jungkook dengan sahabatnya, ia bersedia mengambil tanggung jawab sebagai suami Eunha. Pernikahan mereka tetap harmonis meski tidak adanya cinta, h...
