Chapter 17

27 5 0
                                        

Halooo
Apa kabar?

Yang lagi daring semangat! Jangan mudah menyerah hanya karena soal nya yang susah, tenang aja. Kamu tidak sendiri, jika kamu merasakan ingin membantai tugas juga yang memberi tugas nya. Saya maju paling tengah.

Happy Reading

*****

Jika teman mu melakukan kesalahan kepadamu, maafkan dia. Jangan sampai kebaikan nya yang banyak, akan kalah dengan kesalahan nya yang hanya bisa dihitung oleh jari.



Seperti hari-hari biasanya. Sepulang sekolah, Gabriel dan teman-temannya mulai bekerja lagi. Saat ini mereka sedang beristirahat. Beberapa jam lagi waktunya mereka pulang.

"Sebenarnya gue cape, kalau sehabis sekolah gini langsung kerja" Keluh Andre.

Mendengar itu muka Gabriel menyendu. Semua itu karena dia yang ingin bekerja. Kalau dia gak bekerja mungkin mereka gak akan ikut kerja juga. Gak akan kecapean.

"Maafin gue" Kepala Gabriel menunduk lesu.

Lino melotot, lalu dia menepuk punda Andre keras. "Lo ngomong nya jangan gitu! Gabriel jadi ngerasa bersalah"

"Eh!" Andre langsung mendudukan dirinya dekat Gabriel. Lalu dia merangkul pundak sahabatnya itu. "Gak usah gitu lah. Orang kita yang mau kan, bukan lo yang minta"

Gabriel menegakkan badanya. "Tapi kan kalo gue gak kerja lo semua gak akan ikut kerja juga"

"Menurut lo gitu?. Heh! Kita kerja bukan karena ada lo. Ya, kita pengen kerja aja. Iya ga?" Ujar Kelvin yang diakhiri pertanyaan untuk Lino dan Andre.

"Nah! Bener kata Epin" Lino merangkul Kelvin.

Gabriel menatap sahabat-sahabatnya, lalu dia tersenyum lebar. "Makasi" Ucapnya tulus.

Senyuman Gabriel tertular, sekarang Lino, Kelvin dan Andre ikut tersenyum juga.

Mereka merangkul satu sama lain. Hati mereka kompak menyebutkan doa, semoga hanya kematian yang memisahkan.

"Eh bentar" Lino melepaskan rangkulan mereka. Lalu dia merogoh sakunya, mengambil handphone nya yang bergetar.

Papaaaaasuuu;*

|Lino, anak Papa yang jelek tapi
|ganteng karna lahir dari benih Papa
| Nanti kamu pulang, ajak temen
Kamu buat makan malem dirumah

Eh Papa ku yang ganteng, tapi| boong
Emang ada acara apa? |
Jangan bilang, Papa mau| syukuran nikah lagi?!|
Otw bilang ke Mama!!|


|Duh anak Papa yang ganteng, baik
|hati juga tidak sombong. Bicara mu
|sungguh tinggi nak nak. Anak siapa
|sih ini? Kok gemesin!!

Duh ya anak manusia lah. |Papa mau di samain kaya| monyet? |

|Udah lah! Sadaqallah huladzim.

Lino tertawa terbahak-bahak melihat chat terakhir Papa nya. Duh hati ini senang!.

"Lo kenapa? Abis dapet gipeway?" Tanya Kelvin heran melihat Lino tertawa sendiri setelah melihat handphone nya.

Gabriel (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang