Chapter 16

21 4 0
                                        

Ketemu lagi hehe^ semoga gak bosen ya.

Oh, iya kabar mu baik?

Jam berapa baca nya?
Sudah makan? Minum? Mandi?

Jangan lupa daring~

Happy Reading!

*****

Hari ini Gio pulang. Sebelum berangkat sekolah, Gabriel memutuskan untuk berbelanja dulu. Dia bersenandung kecil. Tiba-tiba matanya melihat ada keramaian.

"Ada apa tuh?" Dia melangkahkan kaki nya ke arah kerumunan tersebut.

Gabriel perlahan-lahan menyingkirkan orang-orang yang mengalangi jalannya. "Permisi"

Dia menengok ke arah bapak-bapak yang sedang merekam. Sungguh Negara yang tidak patut dicontoh, orang lagi kesusahan bukan nya ditolongin malah direkam dulu.

"Pak ini ada apa ya?" Dia mencoba bertanya pada Bapak itu.

Merasa ada yang berbicara padanya, dia menengok. "Oh, itu lagi debat" Lalu dia melanjutkan sesi merekamnya.

Gabriel melongo melihat nya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya, heran.

Lalu dia menyimak perdebatan yang ada di depannya.

Seseorang laki-laki dan perempuan. Laki-laki itu sepertinya memaksa si perempuan untuk mengikuti dia. Tidak mendengar apapun, Gabriel melangkahkan kakinya, mencoba mendekati.

Terdengar suara-suara yang berasal dari sana.

"Ayo kamu ikut!" Ujar si laki-laki sambil berusah menarik tangan perempuan. Tetapi sang perempuan ditahan oleh warga.

"Gak! Kamu apa-apaan sih! Masalah sepele juga!"

Sepertinya laki-laki itu marah, terlihat kalau nafasnya terdengar memburu. "Ayo!!" Lalu dia mendorong warga yang menahan si cewe.

"Lah? Kenapa pada diem. Bukannya tanya mau apa" Gabriel heran dengan warga sini.

Atas instingnya, Gabriel melangkahkan kaki nya mendekati dua orang itu.

"Permisi" Dia melirik ke arah laki-laki yang juga melirik nya. "Ini sebenarnya ada apa?"

Mata si laki-laki itu melotot. "Kamu bocil gak usah ikut campur!"

Gabriel sakit hati woy! Dibilang bocil dong. Niatnya baik untuk memisahkan eh malah dapat semprotan.

Dia meringis. "Ehe, saya cuma tanya bang"

"Jadi gini dek" Si perempuan mencoba untuk bercerita. Tetapi bentakan laki-laki itu membuatnya mengurungkan niat. "Diam!"

Gabriel melihat ke arah laki-laki itu. "Ada apa bang?, Bisa ceritakan? Abang gak malu diliatin sama warga?"

Sepertinya perkataan Gabriel berhasil membuat atensi pria itu beralih. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Sepertinya dia tidak sadar bahwa banyak yang menonton dia sekarang.

Dengan mimik muka yang malu. Dia mulai menceritakan. "Jadi gini" Dia menarik nafasnya.

"Saya itu punya hutang. Nah yang minjemin saya hutang itu dia ngancam saya kalau saya tidak membayar hutang nya. Saya akan di penjarakan. Saya bodoamat kan, kalau saya di penjara hutang saya lunas" Gabriel melongo mendengar itu. Apa-apaan ini!.

Tak hanya Gabriel, semua orang yang mendengar nya pun melongo.

"Terus, saya tanya sama dia, kenapa saya belom di penjarain. Eh dia malah bilang kalau saya gak jadi di penjara terus hutang saya masih harus dibayar!" Dia menceritakan nya dengan nafas yang memburu.

Gabriel (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang