XII.

1.5K 169 27
                                        

"Ini manis, sepertinya."

👑👑👑

Entah dari mana datangnya keberanian Jimin saat ini, namun itu semua di luar kendalinya 'pun dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk seenaknya terhadap Taehyung. Seharusnya Jimin tidak banyak bicara sekarang karena ia belum tau bagimana sikap Taehyung kedepannya.

"Beli sendal udah, mau kemana lagi?" tanya Taehyung memastikan.

"Ya ... ya pulang, lah. Kan udah dapet sendalnnya, emang Tae mau kemana lagi?" Jujur jika Taehyung bodoh, mungkin iya. Atau memang benar ia bodoh karena disini terkesan Taehyung yang tidak mengerti akan keadaan. Terlihat seperti ingin sekali memanjakan kekasihnya, tapi Jimin bukanlah kekasihnya, sangat disayangkan.

"Ya kemana, kek. Lu kan pasti banyak yang harus dibeli," ucap Taehyung membela diri, tidak ingin terlihat terlalu peduli tapi justru terkesan perhatian di mata Jimin.

"Engga deh, udah ko butuh ini aja. Yuk pulang kasian yang lain nyari tau," ucap Jimin sambil berusaha melihat wajah Taehyung yang seakan membuang muka sedari tadi ia berjalan.

"Apa si lo, diem!"

"Tae, kamu sakit, ya?" Jimin menempelkan telapak tangannya di pipi tirus Taehyung.

"Diem, goblok. Lo kenapa si?"

"Ih diemm, tu pipinya makin merah Tae," Jimin masih terus memastikan keadaan Taehyung, berbeda dengan Taehyung sendiri yang mati-matian menahan degup jantungnya saat ini karena demi apapun wajah Jimin sangat dekat dengan wajahnya.

"Gua gapapa, gak usah lebay."

Jimin tersentak karena Taehyung yang mengibaskan tangannya agar tangan Jimin menjauh dari wajah Taehyung. Tak lama Jimin menyusul langkah kaki Taehyung yang sudah jauh mendahuluinya.

"Tadi Taehyung kenapa, ya?"

Cukup bodoh untuk seukuran siswa berprestasi seperti Jimin, sangat menggemaskan.

Mereka kembali melihat-lihat setiap jajaran toko yang menjual macam pernak-pernik khas Yogyakarta juga ada beberapa toko makanan ringan yang mereka berdua kunjungi. Tidak lupa juga keduanya membeli beberapa stel baju salin untuk sehari kedepan, karena ya kalian tahu sendiri, keduanya menginap tanpa ada persiapan lebih dulu. Salahkan sikap Taehyung untuk yang satu ini.

👑👑👑

Kepergian seseorang bukan menjadi hal yang aneh di mata Taehyung sendiri, semuanya yang benar-benar ia sayangi justru satu-satu pergi meninggalkan dirinya sendiri. Kerasnya hidup sering sekali dirasakannya, segala bentuk jahatnya dunia mungkin sudah sering ia alami.

Menjadi salah satu batu jalan yang bebal dan tidak mudah diatur adalah gambaran dari kehidupan Taehyung saat ini. Bagaimana ia melihat dunia sudah tidak seperti dulu lagi, semuanya yang tersisa hanya kegelapan mata yang setiap harinya selalu datang.

Bukankah seharusnya yang pergi itu bisa tergantikan? Bukannya yang meninggalkan akan merasakan ditinggalkan juga? 'pun bukannya seseorang yang menyakiti juga akan ada saatnya tersakiti di kemudian hari?

Taehyung sama sekali sudah tidak bisa berpikir demikian, egois, dendam, juga amarah selalu menjadikannya pribadi yang kurang baik, namun betapa tersentuhnya Taehyung saat kini Jimin sedang berjalan ke arahnya dengan satu tangan menggenggam botol air mineral, tidak lupa senyuman yang selalu terpatri indah di wajah manisnya.

The Queen Without Crown-Vm&Km.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang