SELEBGRAM | 10

1.3K 210 13
                                        

"Sebenarnya lo itu kenapa sih?" tanya Juan, adik laki-laki Devan yang merasa terganggu oleh Devan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sebenarnya lo itu kenapa sih?" tanya Juan, adik laki-laki Devan yang merasa terganggu oleh Devan. Sebenarnya Devan hanya diam, tapi diam nya itu yang membuat Juan merasa terganggu. Rasanya aneh melihat kakaknya yang hobi mengomel sekarang hanya melamun diatas kasur, seperti sedang memikirkan utang negara.

Devan melirik sang adik yang asik goleran diatas karpet lalu menghela nafasnya tanpa berniat menjawab pertanyaan lelaki itu, membuat Juan ingin melemparkan Devan dari balkon lantai dua. Tapi masih tidak rela kalau dia masuk penjara waktu masih muda, mana masih jomblo lagi.

"Serius deh! Lo kenapa woy?" desak Juan.

"Males ngomong gue."

Juan berdecak sebal, "Lo tiap hari nyerocos ga ada henti ya, pake gegayaan males ngomong segala." ketusnya yang bertingkah seolah dia kakaknya.

"Ah berisik lo! Udah sana pergi!"

Mau tak mau, Juan harus keluar dari kamar Devan yang juga merupakan kamarnya. Lebih baik menuruti lelaki itu daripada masuk blacklist orang yang dilarang masuk kamar ini. Nanti Juan mau tidur dimana woy?

Sepertinya tanpa diberitahupun semua sudah tahu kalau Devan diam karena memikirkan ucapannya pada Jea tadi. Devan baru sadar kalau dia mengucapkan kata-kata yang menohok.

Tadi entah kenapa kepala Devan mendadak pusing, mengerjakan tugas membuat ia teringat tentang kejadian Jea yang menabraknya hingga tugasnya masuk selokan. Kalau hal itu tidak terjadi, mungkin Devan tidak akan pernah berurusan dengan manusia satu itu. Ia juga teringat Jea yang menciumnya secara tiba-tiba.

Rasa pusingnya makin bertambah ketika Jea tiba-tiba muncul sambil berbisik. Saat dia diminta mencoba hasil masakannya, disitulah letak badmood terdalam Devan berada. Makanya ia terlihat marah hanya karena perkara makanan yang Jea buat tidak enak. Apalagi waktu Jea bilang tentang pernikahan.

Dipikir Devan mau nikah sama Jea?

Devan menutup pintu mobilnya lalu memperhatikan sekitar, melihat-lihat apakah gadis yang selalu mengganggunya ada disekitarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Devan menutup pintu mobilnya lalu memperhatikan sekitar, melihat-lihat apakah gadis yang selalu mengganggunya ada disekitarnya. Setelah dirasa aman, barulah Devan melangkahkan kakinya untuk masuk ke fakultas.

SELEBGRAM✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang