part 11

31 7 0
                                        

Assalamualaikum, apa kabar?
Semoga baik-baik aja.
Semangat jalanin hidupnya.
Semangat kejar cita-citanya.

Selamat membaca.

****

Setelah keluar dari markas Gavin lebih memilih pulang, bisa-bisa stres dia disini.

Dalam perjalanan, Gavin masih saja memikirkan Shania yang berpelukan dengan lelaki lain.

"Dia siapa si anjing." Gerutu Gavin dengan mata tajam melihat kedepan.

****

"Sha, kalo kata gua si lu mending tinggal sama Agha," ucap Kania membantu Shania packing baju nya. Kania sendiri? Ia sudah selesai lebih dulu dari Shania.

"Gua ikut mana aja jadi sebenernya, tapi kan ini perintah bunda kak, emang gua bisa lawan?" Shania merebahkan tubuhnya sejenak. Besok, Shania harus berpisah dengan keluarga tersayang nya. Tidak bisa di pikirkan jika dia harus tinggal tanpa mereka. Tanpa Shania sadari ia meneteskan air matanya dan itu sangat jelas terlihat dimata Kania.

Kania membawa Shania duduk dan memeluk nya erat, "tenang ya, gua gabakal lupa kabarin lu, lu juga jangan lupa kabarin gua. Jaga diri disini, gua sayang sama lu pake banget malah makanya kalo ada sesuatu yang gak enak jangan lu pikirin sendiri, meskipun nanti kita jauh gua masih tetep bisa kok dengerin cerita lu," ucap Kania panjang mengelus punggung Shania dan meletakkan dagunya di bahu Shania.

Shania menganggukkan kepalanya dan mempererat pelukannya.

"Bunda ikutan dong," tiba-tiba saja Bunda Jelita masuk dan memeluk mereka erat.

"Shasa baik-baik ya sayang disini," ucapnya melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Shania.

"Udah ah, masa udah mau punya pacar masii aja nangis," lanjutnya tersenyum lembut kepada keduanya.

"Ih tapi ya Bun, udah pacaran juga bakalan nangis karena disakitin," ucap Kania menangis pura-pura dan itu semua membuat Shania tersenyum.

"Nah gitu dong," kata Kania tersenyum.

Setelah selesai packing, Shania dan yang lainnya turun.

****

"Gavin, besok antar bunda ke bandara ya?" Ucap Bunda Gavin yang sering di panggil Rani.

"Loh, bunda mau kemana?" Tanya Gavin bingung. Mereka saat ini sedang ada didapur, bunda rani yang menyiapkan makanan dan Gavin yang duduk dimeja makan.

"Bunda mau liat sahabat bunda pergi nak," ucap Bunda Rani lembut.

"Sama ayah si Bun," ucap ayah Gavin yang tiba-tiba muncul.

"Kan Ayah besok ada meeting pagi," sahutnya menyiapkan kopi untuk Ayah Candra.

"Yaudah si gapapa, besok sama Gavin aja Yah," kata Gavin menyantap makan malamnya.

"Hati-hati kalo gitu, bawa mobil aja terus izin dulu gak masuk sekolah," ucap Ayah Candra. Hanya dibalas anggukan oleh Gavin.

****

"Shasa lauknya mau apa?"

Malam ini meja makan dipenuhi oleh semua makanan kesukaan Shania.

"Shasa aja deh Bun yg ambil, bunda duduk aja gapapa kok," jawab Shania tersenyum manis kepada bundanya.

"Oh yauda kamu ambil ya sayang," ucap bunda Jelita tersenyum lembut.

"Shasa kalo kita udah pindah, sekolah nya jangan males ya apalagi bangun pagi, inget! kamu tinggal dirumah sahabat bunda," jelas ayah Arsa.

Cinta Anak SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang