"Mau pergi ke belahan bumi manapun, tempatnya bahagia,tenang,tentram tetap di dalam hati."
***
"Hisqa sini duduk dulu nduk.." Perintah laki-laki paruh baya yang melihat anak gadisnya ingin masuk ke kamar.
"Wonten nopo pak?" tanyanya sambil berjalan ke sofa ruang tamu.
"Bapak mau tanya, Hisqa sebentar lagi kan mau kelas 10 tohh, sudah ada ancang-ancang mau sekolah dimana?" Faris- bapaknya Hisqa.
"Sudah pak, Hisqa pengennya sihh di SMK Kesehatan" Jawabnya.
"oh ya?? Emang Hisqa pengen jurusan apa?" balas faris sambil mengelus rambut Hisqa.
"Mau ke jurusan perawat aja" balas Hisqa dengan melihatkan senyum pepsodent nya.
"oh ya udah, bapak dukung keputusanmu" balasnya yang masih setia mengelus rambut Hisqa.
"Oh yaudah kalau bapak mengizinkan Hisqa sekolah di situ, Insyaallah Hisqa bakalan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan bapak dan bunda" Timpal Hisqa sambil tersenyum.
"Hisqa ke kamar dulu ya pak..."
***
Pukul 23.00 WIB
Hisqa sangat gelisah di balik selimut nya, entah apa yang sedang dia fikirkan. Dia menatap atap kamar nya dengan pandangan kosong. Tampa dia sadari matanya berair semakin lama Hisqa terisak pelan. Sampai Hisqa tersadar kalau ada yang ketuk- ketuk kamarnya.
Tok tok tokk . . .
"Kakak . . . Arkan pengen masuk nihh, boleh gak..?" ucap Arkan dari luar kamar.
"Mmm mamaasuk aaaja dek, pipiintu nya gak kakak kukuunnci kokk" saut Hisqa yang masih terisak pelan.
Ceklekk
" Astaghfirullah... Kakak kenapa kok nangiss" teriak Arkan melihat kakak tercintanya menangis terisakk.
"Sssttt.. Jangan kenceng-kenceng dek nanti bapak denger" balas Hisqa.
Arkan mendekat ke kasur Hisqa, Hisqa langsung memeluk adiknya itu dengan erat, dada bidang Arkan buat sandaran kepalanya.
"Udah kakak tidur aja, aku temenin" cupp, Arkan mengecup kening dan mengacak-acak rambut kakak kesayangannya itu.
"Ish kamu mah selalu gitu, kan rusak jadinya rambut kakak" Ucap Hisqa sambil memanyunkan bibirnya.
"Itu mulutnya di gituin biar apa.. Mau Arkan cium??..." Goda Arkan sambil menaik turunkan alisnya.
"Ihh adek mesummm bangg . . .ngeenggg" teriak Hisqa, dan langsung di bungkam oleh Arkan.
"Kakak ihh jangan teriak-teriak" kesel Arkan, tanpa dia sadar tangannya masih bungkam mulut kakaknya itu.
Hisqa pukul-pukul tangan adek nya yang buat bungkam mulutnya. Arkan langsung melepas tangannya itu dari mulut Hisqa.
Hosh hosh hosh . . .
"ihh gabisa napas taukk" ucap hisqa sambil ngos ngosan.
"ya maap, udah deh ayo tidur kalau kaka gak tidur-tidur Arkan balik kek kamar nihh"
"yee ya jangan gitu dong ngab"
Setelah perdebatan kecil-kecilan itu, mereka bedua tertidur dengan tangan Arkan yang buat bantal Hisqa.
***
Assalamualaikum temen-temen, Jangan lupa vote dan komen ya, share juga boleh wkwkkw;v
Mojokerto, 29 Januari 2021
Zuroida Alya Fatma♥

KAMU SEDANG MEMBACA
Mengejar Cinta Allah
Fiksi RemajaSebuah ikatan cinta itu di bangun bukan di awali dengan ke maksiatan yang membuat mereka jatuh kepada kedzoliman. _MCA_ *** Hisqa Araelia Rafanda, seorang gadis desa yang di besarkan bapaknya dalam kesederhanaan. Melewati perjalanan panjang yang pen...