"Buaya jantan saja kalau pasangannya mati lebih memilih sendiri sampai akhir. Kalau begitu kau termasuk dalam spesies yang mana? Kata pria yang melekat dalam dirimu itu patut untuk dipertanyakan."
Apyeon [ CANDU ] 2
Patokan buat Selin; kalau udah mood buat nyanyi berarti udah sembuh wxwx
Alhamdulillah... Selin udah sembuh. Mungkin kecapean karenan kan ada kegiatan padat di real life
Udah bisa update juga, udah bisa ngetik
Yang udah doain Selin,... Semuanya makasih 💜
...
Yang belum beli ebook My Sweet Pedophile, di google play masih ada kok.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
....
Peduli setan! Setelah tidak mengakuinya sebagai istri, malayangkan gugatan cerai, sekarang justru ingin menggunakan kata pernikahan untuk mendapatkan haknya?
Apa?
“Tidak! Lebih baik ceraikan aku. Aku tidak sudi memberikan kewajiban istri yang kau maksud.”
Padahal Lalice tahu, kalau mungkin saja ada ingatan masa lalu Jungkook yang baru muncul. Tapi lihatlah! Dia malah bersikap menjijikkan seperti itu!
Perlahan, Lalice ... Pelan-pelan, suamimu ini pasti akan ingat kembali siapa kau, begitu pula dengan Hyujin dan Ryujin ...
“Ya sudah. Terserah kau saja. Aku ingin lihat seperti apa kelanjutan hidupmu tanpaku.”
Lalice mengumpat dalam hati. Rahangnya mengeras sementara hatinya masih berusaha untuk sabar.
“Kau bicara seolah aku ini tidak bisa hidup tanpamu, begitu, 'kan? Tapi buktinya, satu tahun aku tidak menemuimu hidupku jauh lebih tenang.”
Jungkook terkekeh pelan. “Baru satu tahun, Sayang ...”
Tidak! Sudah lebih dari satu tahun!
“Sepertinya kau yang tidak akan bisa hidup tanpa diriku. Lihatlah dirimu sekarang. Ada dimana dan apa yang sedang kau lakukan. Menemui istri palsumu, ingin mencabut gugatan cerai dengan penawaran menjijikkan. Kau sebut apa dirimu saat ini?”
Lalice bisa merasakan tatapan tajam Jungkook menghunusnya. Namun itu semakin membuatnya mengerang dalam hati. Dia lelah. Benar-benar lelah berpura-pura masa bodoh terhadap perasaan dan hubungan mereka.
“Terserah saja!” dengus Jungkook tertahan.
“Oh, ya! Tentu terserah. Sekarang cepat pergi selagi aku masih mau bersikap baik.”
Lalice mengendik, mengalihkan wajah ke luar pintu sembari menghela napas. Di depannya masih ada Jungkook yang memperhatikan dirinya.
“Tidak bisakah kita bicara dengan baik-baik?” kata Jungkook mulai tenang.