Chapter 25 - Hibur Azura?

16.8K 1.6K 133
                                        

Happy Reading!!

____________________________________

Biru dan Ello berlari ke jalan yang diambil oleh Tamara dan Berry. Mereka berdua melihat perkelahian itu dan segera melerainya, tetapi namanya juga perempuan yang sedang berkelahi yang membuat Biru dan Ello harus extra sabar memisahkan keduanya walaupun mereka harus terkena tamparan dan cakaran.

Saat ini kondisi Tamara dan Berry cukup mengkhawatirkan dengan rambut mereka berdua acak acakan, hidung Tamara berdarah dan bibir Berry juga berdarah. Merekapun duduk berdampingan menghadap Biru dan Ello.

"Salah lo" bisik Berry

"Lo mau mulai lagi?" tanya Tamara

"Sekali lagi kalian berantem, gue tinggalin disini" kata Biru

"Azura, kalian tau dia pergi kearah mana?" tanya Ello

Mereka berdua menggeleng.

"Kayaknya bareng Pasca" kata Tamara

Biru mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan kekesalannya lalu berkata "Ayo, cari Azura" katanya dan pergi dari sana.

Ello menyusul dan begitupula Tamara juga Berry. Mereka mengikuti Biru untuk menemukan Azura dan Pasca.

***

Saat ini Pasca dan Azura masih bersembunyi, karna orang orang itu masih berada disekitaran sana.

"Sakit?" tanya Azura pada Pasca yang memegang kepalanya

Lalu tangan Azura terjulur ke arah kepala Pasca. Azura mengelus kepala itu dan memperhatikannya.

Pasca yang diperlakukan lembut seperti itu mematung, dengan ia menatap wajah Azura sedekat ini. Lalu Pasca pun memegang tangan Azura dan membuat tangan Azura berhenti mengelus kepalanya.

"Udah Ra" kata Pasca

Azura menarik tangannya.

Lalu seseorang menggebrak meja itu yang membuat keduanya terkejut dan mereka tak punya pilihan lain selain keluar dari kolong meja itu.

"Sini lo" kata preman itu

Pasca maju dengan menyuruh Azura agar tetap dibelakangnya. Mereka berdua dikelilingi oleh para preman itu, dan disana juga ada para preman cewe.

Azura semakin ketakutan melihat tampang tampang preman itu yang sok jago. Azura menarik narik baju Pasca.

"Kenapa?" tanya Pasca pada Azura dengan pelan

"Ara mo pipis" kata Azura dengan nada yang seperti akan menangis

"Hah?" Pasca terkejut dan bingung akan situasi saat ini

"Ara kalo ketakutan suka mo pipis, Pasca" kata Azura

"Dia boss yang bikin muka gue kaya gini" kata preman itu

"Mamii, kitty, ketty tolongin Ara, Ara rasanya pengen berteleportasi detik ini juga. Lagian ini om om salah pergaulan kenapa kurang kerjaan banget sih" batin Azura yang semakin ingin menangis

"Lo punya urusan sama gue kan? Jadi biarin cewe ini pergi dari sini" teriak Pasca

"Pegangin cewek itu dan hajar cowo itu " perintah boss preman itu

"Hajar sampe muka dia kaya gue" lanjut preman  yang kena hajar Pasca sejak awal

"Ga bakalan bisa berubah kaya lo, beda kasta bro liat muka dia bening gitu kaya titisan syurga" bisik salah satu preman

AZURA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang