Trainee

64 48 24
                                        

"Awali suatu pekerjaan dengan ikhlas karena InsyaAllah akan membawa keberkahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Awali suatu pekerjaan dengan ikhlas karena InsyaAllah akan membawa keberkahan."
-

Pagi sekali Maira sudah siap dengan satu koper miliknya dan juga sling bag yang dikenakannya. Maira menatap keadaan kamar asramanya sekali lagi, berat meninggalkan karena terlanjur nyaman. Tetapi ini memang sudah keharusan. Maira keluar dari kamarnya dan sudah disambut oleh Ibu Asrama, Bu Asri namanya.

Memang selama kuliah di sini Maira memilih tinggal di asrama. Karena biar aman dan pastinya jadi lebih dekat dengan letak kampusnya.

"Ibu Maira pamit, ya. Ibu sehat-sehat di sini," kata Maira lalu memeluk Bu Asri. Di sini Bu Asri adalah sosok yang sudah Maira anggap sebagai Ibunya sendiri.

"Iya Ra. Kamu juga ya sehat-sehat di sana, jangan lupa jaga diri baik-baik. Kapan-kapan mampir ke sini ya." Maira mengangguk.

"Iya Bu. InsyaAllah Maira bakalan mampir ke sini kalau ada waktu dan diberi kesehatan." Selepas acara pelukan Maira melanjutkan langkahnya.

"Iya Ra. Sering-sering mampir pasti Ibu seneng kalau di kunjungi sama kamu."

Maira mengangguk. "Maira pamit, Bu. Asalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Taksi yang sengaja Maira pesan sudah berada di depan asrama. Maira memutuskan menaiki taksi dari pada naik ojek, mengingat barang bawaannya yang lumayan banyak. Pasti akan ribet jika harus pakai ojek.

Maira membaca doa menaiki kendaraan saat taksi yang ditumpanginya perlahan melaju meninggalkan halaman asrama kampusnya.

Hampir tiga puluh menit akhirnya Maira sudah sampai di depan asrama hotel Sanjaya. Memang fasilitas hotel bintang lima ini tidak bisa diragukan lagi, mulai dari adanya asrama yang menampung para pegawainya. Untuk letak asramanya Maira tahu dari salah satu pegawai hotel, yang dirinya kenal melalui chat WhatsApp.

Jadi, tadi malam nomor Maira sudah dimasukan ke dalam grup departemen housekeeping. Departemen yang nantinya menjadi pekerjaanya. Dan dari situ aja satu perempuan yang mengiriminya pesan pribadi. Perempuan itu meminta untuk men-save nomornya dan berkenalan dengannya. Namanya Uzma.

Maira turun dari taksi dan supir taksi mulai menurunkan barang bawaan Maira. Setelah membayar tarif dan mengucapkan terima kasih, kaki Maira melangkah menaiki undakan tangga yang ada di depan pintu masuk asrama.

Mengucap bismillah Maira mulai masuk ke dalam. Bisa Maira lihat dengan jelas, kesan pertama melihat lobby asrama yang megah dan bagus. MasyaAllah, asramanya saja sebagus ini apalagi hotelnya. Maira melihat-lihat semua yang ada mulai dari ukiran pada dinding yang mengangkat konsep barat dan juga tiang penyangga yang berada di tengah-tengah. Luar biasa.

Insya Allah Ta'arufCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang