Bertemu

57 43 7
                                        

"Memang benar bidadari itu cantik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Memang benar bidadari itu cantik."

Hari ini adalah hari kedua Maira menjalani masa trainee. Hari ini juga dirinya kebagian shif siang, setelah melaksanakan sholat dzuhur Maira kembali mengerjakan tugasnya. Maira tadi mendapat info jika ada tamu yang baru check in. Maira berjalan di deretan kamar hotel VIP mencari nomor kamar yang ingin ia tuju.

231

Nah, ketemu juga kamarnya. Maira memencet bel yang berada di samping pintu. Cukup lama tidak ada tanda-tanda penghuninya membukakan pintu.

Cklek

Pintu terbuka berdiri sosok laki-laki tinggi tegap, dengan balutan sweater berwarna tosca dengan stik ps yang berada di tangannya. Maira segera menunduk kala mengetahui ada lelaki di depannya yang jelas harus menjaga pandangan karena mereka bukan mahram.

"Kenapa?" tanya suara laki-laki itu. Maira berusaha profesional dalam bekerja, walaupun gugup jika ada tamu yang bergenre laki-laki pasalnya ia harus masuk dan membersihkan kamar yang seharusnya tidak ia masuki jika hanya berdua saja. Tetapi, ini adalah tuntutan pekerjaan yang sudah dirinya pilih. Semoga Allah selalu ada bersamanya.

"Maaf Pak saya dari departemen housekeeping meminta izin untuk membersihkan kamar Bapak," jelas Maira dengan berbicara formal dan sopan.

"Enak aja panggil Pak. Emang gue setua itu apa?"

"Maaf Kak."

"Yaudah sana masuk." Lalu Maira mulai masuk dan mengerjakan pekerjaannya. Benar-benar rasanya deg-degan, Maira belum pernah masuk dan berada berdua dengan seorang lelaki.

Karena di hari pertamanya kemarin, Maira hanya melayani dua tamu yang kebetulan adalah suami istri makanya tidak sebegitu gugupnya seperti sekarang ini. Bisa dibilang memang lelaki penghuni kamar ini masih cukup muda, mungkin kisaran umur dua puluh empat tahunan.

"Yang bersih, awas aja kalau nggak bersih. Itu tuh di bawah kolong masih ada bekas makanan." Maira hanya mengangguk menuruti ucapan tamu itu.

"Astaghfirullah," teriak Maira, pipinya bersemu merah dan matanya terpejam rapat. Apa ini.

"Kenapa sih teriak-teriak ganggu gue aja." Bisa laki-laki itu lihat wajah gadis yang tengah memejamkan mata dengan wajah memerah. Dan baru sadar juga jika wajah gadis itu cantik. Karena memang sedari tadi dirinya tidak melihat wajah si gadis. Iya, gimana mau lihat orangnya aja sedari tadi terus menunduk.

Cantik. Batinnya terus berseru.

"M-maf Pak. Saya permisi, jika ada yang Bapak butuhkan bisa menghubungi lewat telepon yang tersedia. Semuanya sudah bersih, tinggal ... i-tu s-aja," jelas Maira sekarang sudah tertunduk lagi dan segera membereskan peralatan bersih-bersihnya lalu berlari kecil keluar pintu.

Insya Allah Ta'arufCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang