Taehyung tahu benar bahwa ia tidak dapat menyangkal perasaannya. Ia tidak dapat berkelit lagi sekarang. Sekeras apapun ia mencoba menghilangkan rasa itu, semakin besar rasa yang tumbuh di dalam hatinya. Dan ia juga sadar, kalau ia sudah melanggar aturan-aturan konyol yang ia buat sendiri. Jatuh cinta pada gadis itu dan ingin menjadi satu-satunya lelaki yang membuat gadis itu tersenyum.
Tetapi, sanggupkah ia melupakan bayang-bayang masa lalunya?
Lelaki itu sudah lama terjebak dalam masa lalunya. Tidak seorangpun dapat meruntuhkan pertahanan kokoh yang sudah lama ia bangun. Tidak ada sampai ia bertemu gadis itu. Delapan bulan yang lalu. Di kedai Tteokpokki, pertemuan pertamanya dengan Jeongyeon karena terlibat kencan buta yang disusun oleh teman mereka masing-masing.
Pukul dua dini hari itu, hujan masih belum berhenti. Taehyung tidak tahu sudah berapa lama ia menatap gambar di dalam kamera film yang sudah sangat lama ia simpan itu. Gambar-gambar yang ada dalam kamera itu membangkitkan kembali kenangan dalam memorinya.
"Apakah aku... pantas bahagia?"
Air matanya perlahan turun. Taehyung menarik napas berat, lalu menghembuskannya dengan pelan. Dadanya kembali terasa sakit.
***
Jeongyeon mendapati dirinya termangu didepan pantulan dirinya sendiri yang berbalut gaun pengantin berwarna putih di depan cermin panjang. Hal pertama yang terlintas dalam benaknya ialah dia benar-benar sudah gila. Bagaimana bisa ia memutuskan untuk menikah hanya karena sebuah perjanjian konyol yang ia tandatangani?
Oh, Jeongyeon perlu mengingatkan dirinya sendiri alasan lain ia memutuskan menikah hanya karena harga dirinya akan jatuh di depan istri mantan kekasihnya kalau ia membatalkan pernikahannya sendiri. Ini semua terjadi karena mulut lelaki penipu bernama Kim Taehyung. Dengan seenak jidatnya lelaki itu mengatakan mereka akan segera menikah dan meminta Joohyun serta suaminya, Junmyeon, untuk dapat hadir di acara pernikahan mereka.
Jeongyeon ingin menangis sekarang juga. Dirinya kemudian dibawa oleh seorang penata rias ke sebuah ruangan untuk menyambut tamu undangannya hadir.
Beberapa tamu undangan yang datang ke ruangan itu untuk mengucapkan selamat dan berfoto, selalu memuji kecantikan Jeongyeon. Gadis itu hanya dapat membalasnya dengan senyum kaku. Senyum kakunya kemudian beralih menjadi senyum pura-pura bahagia yang sangat dipaksakan saat beberapa rekan kerjanya di perusahaan SUHO Company datang.
"Oh, Yoo Jeongyeon. Kupikir kau tidak akan menikah karena kecewa ditinggalkan oleh Junmyeon Sajangnim."
Senyum pura-pura bahagianya selalu terpancar diwajah gadis itu selagi menjawab celotehan rekan kerjanya yang menyebalkan. Hingga mereka meninggalkan ruang itu, Jeongyeon baru dapat bernapas lega. Tentu saja ia belum sepenuhnya merasa lega karena setelah itu Jihyo dan Yerin datang menemuinya.
"Jeongyeon-ah, aku sungguh terharu melihatmu mengenakan gaun pengantin ini." Yerin yang baru saja masuk ke ruangan itu tersenyum sumringah sambil merangkul lengan Jeongyeon.
Jihyo yang mengikuti Yerin dari belakang juga ikut tersenyum bahagia melihat sahabatnya akan menikah di hari ini. "Aku tidak dapat berkomentar apapun melihat dirimu, Jeongyeon-ah. Kau sungguh luar biasa."
Seorang photographer yang ada di sana menginstruksikan Jihyo dan Yerin untuk segera berfoto karena sebentar lagi pengantin wanita akan segera menuju altar pernikahan.
Tidak... Jeongyeon merasa dunianya akan segera runtuh.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Rules of Love (TAMAT)
Hayran KurguHidupnya sekarang tidak lebih dari sekedar omong kosong. Aturan sialan. Perjanjian konyol. Dan, pria brengsek. Haruskah ia menyalahkan takdir atau haruskah ia menertawakan nasib? *** START : 260321 END : 030621
