Malam itu masih terasa panas, hawa kejantanan menyerbak tercium dalam kost ini, entah kerna apa dan mengapa nafsu mulai memenuhi birahi ini apakah akan secepat itu aku menyerahkan tubuhku.
Syam masih penuh dengan ambisinya mencium, menjilat, menyentuh, memukul tubuhku dengan hasrat dan sialnya juga aku sangat menikmati adegan seperti ini
Tapi tunggu sebentar,....
Sebelum melakukan itu apa konsekwensi yang akan datang padaku? Apakah aku akan hamil? Tidak pria tidak akan hamil tapi bubu
Bisa hamil???
Aku berusaha menolak dengan sekuat tenaga supaya tidak ada adegan 18+ soalnya mau puasa wkwkkw.
"Apakah kita akan melakukan itu" Tanyaku dengan sedikit gugup
"Kita akan melakukanya tapi tidak untuk sekarang"
"Mengapa?? " Tanyaku dengan sedikit heran
"Kau belum siap dan saya tidak mau memaksakan kehendak saya kecuali kau mengizinkan itu, sudah mari pakai bajumu lalu bersiap pulanglah hari sudah makin larut"
"Apakah kau yakin syam"
"Saya sangat yakin".. Ucapnya dengan senyuman manis namun tetap saja aura wajahnya terlihat sedikit kekecewaan.
" Aku minta maaf, tapi aku janji pasti kita akan melakukan itu saat aku siap"ucapnya mantap
"Jangan berjanji jika nanti diingkari"
"Akan ku usahakan, pakailah cepat bajumu sebelum arka datang kemari melihat keadaan kamu seperti ini"
Apa yang dikatakan Syam benar, aku harus cepat cepat memakai baju dan pulang sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sebenarnya aku sedikit merasa bersalah tapi bagaimanapu aku belum siap menanggung konsekwensi atas apa yang aku lakukan.
Entahlah setelah kejadian panas suasana canggung mulai menhatui antara aku dan syam yang sekarang tepat depan gang rumah.
"Bersikaplah biasa saja seperti ga ada kejadian apa apa" Ucapnya lalu pamit pergi dari hadapanku.
Apa? dia bilang bersikap biasa saja mungkin bagi dia itu mudah, tapi bagiku? Arghh susah apalagi menyembunyikan hal ini pada arka percuma
Dengan langkah yang terasa berat aku masuk gerbang rumah dan benar saja arka telah menungguku dengan sejuta pertanyaan dimatanya, aku berpura pura ceria sebisa mungkin aku lakukan dengan senyum manis kemunafikan aku masuk ke dalam.
"Baru pulang? Dari mana saja? "
Baru saja ingin melangkah masuk kedalam sudah dihajar pertanyaan.
"Hmmm.. Tadi habis jalan jalan sebentar ka" Jawabku sedikit gugup
" Sejak kapan kamu berbohong sama saya de"
Nah kan aku bilang apa, arghh ribet nih pasti jadinya, sedetik kemudian arka membawaku masuk kedalam kamar kamar aku ga tau apa yang dia lakukan jujur aku semakin takut.
Arka masih menatap ku dengan tajam dari bawah sampai atas tanpa mengucapkan satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.
"Apa saya yang telah dia lakukan padamu de? " Tanya arka yang masih tetap melihat seluruh tubuhku aku hanya terdiam tidak berani menjawab pertanyaan arka
"Apa yang telah syam lakukan padamu devano alkautsar? " Ucapnya semakin keras dan membuatku semakin bisu pula untuk menjawab.
Yang terjadi selanjutnya diluar dugaan ku arka membuka seleruh baju dan celana yang ku pakai memang dia tidak memaksa membukanya tapi tidak dengan tatapan seorang raja rimba yang menerkam mangsa
KAMU SEDANG MEMBACA
the twins story
Short Storybagaimana keadaan mu jika menyukai saudara kembarmu? arghh sungguh mustahil dan juga ta mungkin bersatu, namun ini nyata adanya.. kelanjutan dari kisah masa sma kita{ bagas dan iqbal}
