Yangyang Gua langsung aja ya Nanti malem kita bukber Gua yang bayar
Hendery Wih dalam rangka apa ini?
Yangyang Sekarang kan bulan ramadhan Gua mau ngumpulin pahala
Kun Lo seriusan?
Yangyang Iya
Dejun Bukan di masjid kan?
Yangyang Bukan, nanti di ayam geprek pak bulan
Hendery Gua gak mau makan pedes lagi
Yangyang Tenang Menunya kan bukan cuma itu
Dejun Okie dokie
Lucas Gua diajak gak?
Yangyang Iyalah bang
Lucas Ok
---
Sebenarnya Yangyang mentraktir mereka karena hari ini anniversarynya dengan bak pacar yang ke 3 bulan. Awalnya dia mau ngajakin pacarnya tapi pacarnya nolak, Yangyang alay katanya.
"Yaudah aku mau rayain bareng temen-temen aja"
"Kalo gitu boleh, sekali-kali kamu traktir abang-abangmu itu"
"Kamu kok baik banget sih, jadi gemes aku"
"Apaan sih Yang"
Blush
Yangyang blushing padahal pacarnya itu manggil nama panggilannya.
Brakk
Suara pintu terbuka membuat Yangyang kaget.
"Anji*g"
Inilah akibat dari kelamaan masa karantina, mulutnya ngumpat mulu.
"Hayolo abang kok senyum-senyum sendiri" itu adalah Grassy.
Yangyang langsung melempar ponselnya kebawah kasur.
"Apaan sih lo ganggu aja"
"Abang ngapain ayo, kok senyum-senyum sendiri" Grassy masih penasaran.
"Gua lagi nonton NBA, makanya senyum-senyum"
"Dikira gua bego apa, emangnya yang main basket ngelawak?"
"Udah sana hush pergi" Yangyang masih berusaha mengusir adiknya.
"Enggak"
"Yaudah lo gak akan gua traktir nanti"
"Emangnya lo mau kemana?"
"Bukber"
"Sama siapa aja?"
"Jeno, Ha—"
Mendengar nama Jeno, Grassy langsung berjalan keluar, "Ok gua keluar, bye abang. Awas aja kalo gua ditinggal"
---
Mereka sudah ada di ayam geprek pak bulan, bukan hanya ber-tujuh, tapi berdua belas karena ditambah Grassy, ketiga kakak perempuan Hendery dan Yuqi.
"Kenapa jadi banyak gini, gua kan cuma mau traktir 8 orang" ucap Yangyang, dia hanya takut uangnya kurang.