⚠ WARNING ⚠
Mature contain sedikit. Iya bner dikit doang sih 😌
.
Win terdiam sejenak. Butuh waktu beberapa saat untuk ia memproses perkataan Bright barusan. Wajahnya lagi-lagi memerah samar.
Kemudian ia menepis tangan Bright yang masih menyantol di lengannya sejak tadi.
"Apasih ah! Lepasin gue bisa jalan sendiri—"
Sret
Perkataan Win terpotong akibat Bright yang menariknya tiba-tiba menuju ke arah belakang gerobak rongsokan yang tidak layak pakai. Kemudian Bright menutup mulut Win dengan telapak tangan besarnya mengisyaratkan untuk tidak berbuat sesuatu yang berisik.
"Ssst... Jangan berisik—tuh liat ada Gabriel mau kesini," Kata Bright sepelan mungkin namun masih dapat didengar oleh Win.
Winpun mengikuti arah pandang Bright yang lagi ngeliatin Gabriel yang sedang kebingungan mencari sesuatu. Yang jelas sih nyari Bright. Emang kurangajar ini bocah satu, anak perawan main tinggal tinggal aja kan ga gentle.
"Mppph—lepwashh twangannh luwhh awnjingg." Win menyingkirkan paksa tangan Bright yang menutupi pernafasannya.
Win menghela nafasnya.
"Kenapa sih?? Lo ga kasian apa ninggalin cewek sendirian begitu? Hati lo dimana bege," Omel Win dengan suara pelannya.
Alih-alih menjawab, Bright malah menatap Win dalam. Bikin sang empu ini menjadi salting seketika.
"Jangan liatin gue gitu jing ah, serem."
Bright terkekeh. "Hati gue ada di—"
Bright lanjut berbicara seraya mengambil jari telunjuk Win dan mengarahkannya ke dada milik sang empu.
Kemudian tersenyum lembut dan mengakhiri perkataannya.
"Sini."
Oke sekarang gue tanya, siapa yang ga akan salting kalau tiba-tiba lo diginiin gaada hujan gaada angin?
Win yang tadi udah salting sepuluh persen naik jadi seratus persen. Ia memalingkan wajahnya kemudian beralih mengambil sesuatu di tas untuk menghilangkan rasa saltingnya.
Ah Win menemukan sekotak susu, untung saja ia bawa susu cadangan dari kontrakan tadi jaga-jaga kalau ia haus dan tidak ada yang jual air. Tapi setidaknya dengan minum susu Win pikir ia akan menutupi rasa saltingnya itu.
Bright terkekeh melihat Win yang menyedot sekotak susu tersebut dengan rakus.
Lucu.
Wajahnya tidak memerah memang. Tapi, telinganya yang memerah sangat. Siapapun yang melihat Win pasti akan menyadarinya.
Tidak lama selesai Win menghabiskan sekotak susu dalam sepersekian detik, Bright baru menyadari sesuatu.
"Win," Panggil Bright.
"Ha? Apalagi? Ga lucu bego ya kayak tadi gue pukul lo!" Antisipasi Win.
"Dih geer bego."
"Yaudah, apaan cepet ah pegel nih jongkok gue pengen berdiri," Keluh Win.
Mereka masih di posisi yang sama, omong-omong. Dibelakang gerobak dengan posisi jongkok.
"Itu susu lo ngambil di kulkas atau di atas kulkas?" Tanya Bright.
"Atas kulkas, kenapa? Punya lo? Yaudah sih kan masih ada yang didalem ribet ah," Kata Win tanpa jeda.
"Gapapa sih, cuma itu susu kadaluarsa aja tadi gue keluarin dari kulkas mau dibuang eh malah lo pungut," Jelas Bright.
KAMU SEDANG MEMBACA
brisexual ; brightwin
Fiksyen PeminatWin itu bukan homo cuma Bright-Sexual aja! Inget Win bukan homo! top!Bright bott!Win Harsh words🔞 semi baku
