Kejadian seperti ini sudah bertahun-tahun lamanya. Kepalaku selalu merasakkan sakit jika aku mencoba mengartikan apa yang ada di pikiranku. Aku teringat dengan perkataan Luhan Oppa yang katanya eommaku memberikan pesan. Aku segera meneleponnya.
"Tae mi-ahh, Bagaimana keadaanmu sekarang? Kau baik baik saja , kan? Dari tadi eomma mengirimu pesan, kau tidak membukanya?" Belum sempat aku menyapanya, ia sudah mengkhawatirkanmu seperti itu.
"Gwenchana, eomma. Bagaimana keadaanmu disana? Kuyakin kau sedang banyak pikiran sekarang, banyaklah beristirahat! Jangan khawatirkan aku, eomma!" Ujarku untuk menenangkannya.
"Kami baik-baik saja."
"Eomma, aku janji padamu! Setelah aku mempunyai uang, aku akan segera kesana!"
"Jeongmal mianhae, Tae mi-ahh! Kami sudah membuatmu menderita seperti ini." Ujarnya, dan kudengar seberapa sakit isak tangisnya. Ini yang tak sanggup kudengar.
"Eomma, jangan pikirkan itu! Istirahatlah!"
Sepulang sekolah aku segera berkeliling kota Seoul untuk mencari pekerjaan paruh waktu. Akupun menemukan lowongan kerja disebuah Cafe dekat sekolah. Aku rela menjadi seorang pelayan di Cafe ini. Betapa senangnya aku karena mulai hari ini juga aku diperbolehkan untuk bekerja.
"Tae mi-ssi, layani pelanggan itu!" Suruh Shin Young teman kerjaku.
"Ne." Aku segera menghampiri pelanggan itu dan menanyakan pesanannya.
Akhirnya semuanya terselesaikan. Cafe ini tutup, dan pemilik Cafe ini sangat salut melihat kinerjaku. Cukup melelahkan!
Aku pun berjalan menuju hotel. Namun langkahku terhenti ketika aku melihat pandangan menyesakkan hatiku itu. Tepat berada beberapa meter di depanku. Aku melihat Baekhyun Oppa sedang memeluk yeoja kemarin itu dengan sangat erat. Hanya selang beberapa hari ia menyembuhkan luka itu, tapi sekarang ia membuatnya lagi.
" *Kurasakkan tangan hangat yang menutupi mataku* Jika menyakitkan, Jangan pernah memaksakan untuk melihatnya!" Sekarang kurasakan tangan itu mendekapku hingga jatuh ke dada bidang namja ini.
"Luhan Oppa?? " Sangat jelas aku mengenali suara ini.
Ia memelukku?! Entah mengapa aku mulai menjauhi tubuhku yang didekap olehnya ini. Aku tak ingin ia mendengar kencangnya degup jantungku disaat seperti ini.
"Ayo kita pergi!" Ajaknya seraya memasukkanku ke dalam mobilnya.
"Ne, oppa." Aku menurutinya.
Kurasakan pipiku mulai merah dan panas. Setelah dekapan singkat itu, mengapa aku merasa canggung didekatnya? Dan keheningan masih menyelimuti.
"Kau mau membawaku kemana?" Tanyaku.
"Ke hotel! Dan turuti apa kataku!" Jawabnya singkat sambil terfokus ke arah jalan.
"Turunlah dan bereskan barang-barangmu! Aku menunggumu disini!" Suruhnya dingin.
"Ne?! Apa yang ingin lakukan?!"
"Cepatlah!!"
Aku langsung menuju kamar. Dan segera merapikan barang-barangku ke dalam koper. Tak lupa kutulis surat kepada Baekhyun Oppa sebagai tanda terima kasihku padanya. Setelah itu aku kembali ke bawah.
Luhan POV
Aku sengaja melakukan ini. Entah mengapa hatiku merasa teriris jika melihatnya menderita. Aku baru saja mengenalnya, tapi entah mengapa aku merasakan ada seauatu diantara aku dengannya. Jujur, aku bukan orang yang cepat beradaptasi dengan orang baru.
Kulihat ia rela bekerja part-time, pasti itu sangat menyulitkannya. Ditambah lagi dengan namja itu yang mempermainkannya. Benar -benar jadi masa yang sulit untuknya.
Ia mengetuk kaca mobil dan aku pun membukakan kunci pintunya. Pelayan dibelakangnya pun memasukkan barangnya.
"Oppa, kita mau kemana?" Tanyanya kebingungan.
"Kita ke luar negeri mencari orang tuamu!" Jawabnya enteng seraya tersenyum manis padaku.
"Ye?! Luar negeri?! China maksudmu?!" Ia membelalakkan matanya yang besar itu.
"Ne, kita tunggu di airport saja nanti sampai keberangkatan."
"Oppa, neo micheoseo?!"
"Aku akan menjelaskan semuanya nanti! Janji!" Ucapnya seraya mengacungkan jari kelingkingnya.
Maaf pendek :(
GIMANA? NEXT?? ^^

KAMU SEDANG MEMBACA
Like The First Sight [EXO FanFiction]
LosoweCast : Kim Tae Mi (OC/You) Xi Luhan (EXO) Byun Baekhyun (EXO) Genre : Romantic, Friendship Length : Chaptered Aku hanya seorang yeoja periang yang tak pernah memperlihatkan sisi amarahku. Disaat aku merasa kesal, aku hanya meembuat orang lain senang...