part 18

59 8 32
                                        

Hari ini Sobin beneran kejar deadline dia beneran mau lulus tepat waktu jadi jam 9 pagi dia udah nongkrong di kantin fakultas nungguin dospem nya. Sekitar jam 11 Sobin baru bisa ketemu dosen karena emang bukan cuma dia yang nyariin pria berusia ¾ abad itu. Diruangan ber ac itu Sobin berasa makin gugup berharap skripsinya di acc.

"ulang lagi, materi yang kamu susun belum fokus sama yang kamu pelajari. Sudah saya katakan, jangan pakai materi yang nggak bersangkutan sama bidang kamu. Revisi 2 bab." ucap Dosen itu final.

"lagi pak?" Sobin udah kedengeran capek banget sama revisian yang nggak berujung ini.

"2 bab itu cepet kalau kamu nggak banyak nongkrong sama temen kamu itu." Dosen itu tampaknya menyindir 2 bujang kembar yang selalu barengan sama Sobin.

"iya pak maaf, jadi kapan saya bisa ketemu bapak lagi?" sahut Sobin lesu.

"2 minggu lagi temuin saya, info kan juga sama 2 temen kamu itu." Beliau berujar tegas.

"iya pak kalau begitu saya permisi. Pamit Sobin kemudian keluar dari ruangan itu.
.
.
.

"ngapain nyari kita? Tumben biasanya juga nongkrong di kafe depan sekarang disini." Minhyung berujar pas dateng bareng kembarannya ke ruang rapat hima.

"kalian ngerjain skripsi nggak sih?" Skak, baik Minhyung atau Minhyuk sama-sama diem.

"kenapa tanya begitu? Kerjain kok tapi masih banyak revisi." cicit Minhyuk.

"ayo kerjain sekarang barengan. Gue tadi abis disemprot dospem buat revisi 2 bab. Kita dikasih waktu 2 minggu dari sekarang." Jelas Sobin.

"lah kita juga? Kan revisiannya beda, masa waktunya sama." Protes Minhyuk.

"mana gue tau, tadi beliau ngomong gitu ke gue. Makanya ayo revisi sekarang aja biar keburu." Ajak Sobin.

"gue ke dospem dulu deh konfirmasi, siapa tau lo bohong." Minhyung jalan ke ruang dosen yang tadi di masuki Sobin.

"gimana percaya kan lo." Sobin bertanya setelah 15 menit Minhyung balik.

"skripsi gue 3 bab revisi, kenapa banyakan gue dari elo."

"makanya jangan copas mulu, kena karma lo." ledek Minhyuk karena dia juga cuma revisi 2 bab.

"udah buruan kerjain." Sobin menengahi sebelum pergeludan terjadi.
.
.
.

"ndra muka lo bisa biasa aja nggak sih? Buruan kerjain revisi nya biar cepet kelar." omel Sobin pas ngeliat Minhyung justru keliatan males-malesan.

Gimana Sobin nggak ngomel kalau bentukan yang diomelin begini

Gimana Sobin nggak ngomel kalau bentukan yang diomelin begini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"capek gue bin, ini sama aja kayak gue nyusun dari awal." keluh Minhyung makin merosot dari kursinya.

"semangat dong kek kembaran lo tuh." Sobin nunjuk Minhyuk yang sibuk sendiri.

Brother-zone (?)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang