"lagian pertanyaan lo itu retoris, baperan banget." Ledek Sobin.
"jadi mau berangkat jam berapa? Katanya mulai jam 10 acaranya." Surya mengingatkan pada acara wisuda yang harus mereka hadiri.
"papa sama mama belum dateng, mereka ikut kan?" Sobin celingukan nyari sosok yang dimaksud.
"mereka langsung kesana katanya. Gue kesini tadi naik taksi karena papa masih ngerjain laporan terus mama belum siap." Lapor Arin menjelaskan kenapa dia bisa lebih dulu ada disana.
"gitu ya, yaudah ayo berangkat. Eh bentar yang wisuda kan gue kenapa baju lo beda dari biasanya?" Sobin meneliti penampilan Arin yang terlihat berbeda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"biar lo nggak malu kalau semisal ketemu temen. Mau emang gue berangkat kesana kek biasanya?" Sobin yang mengerti maksud Arin menggeleng dengan cepat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"yang boleh liat elo begitu gue aja nggak yang lain." Senja Nebula posesif.
"bilang aja karena gue jelek. Udah berangkat ayo, mau liat nih gue ketua hima pidato." Arin berujar antusias. . . . .
Keluarga itu nyampe Satu Bangsa setelah 15 menit. Udah banyak mobil di parkiran karena emang acara dimulai 1 jam lagi. Sobin termasuk yang dateng pertengahan. Begitu masuk aula Sobin udah ilang ditarik sama temen fakultasnya yang lain. Sementara Arin pamit buat ngumpul sama temennya juga.
"tumbenan bapak ketua rapi banget, mana ajak adek gemes lagi." celetuk temen Sobin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.