"Yuki! Yuki!!"
Momo berlari cepat mengejar langkah kaki Yuki, Yuki berbalik saat Momo tiba-tiba saja memanggil dirinya dengan keras. Yuki pun membalas Momo dengan senyuman.
"Ada apa, Momo?"
"Fufu, aku baru saja mendapatkan berita menarik!"
Jika itu berita dari Momo pasti bukanlah berita sembarangan yang biasanya disebarkan di televisi atau surat kabar, lelaki itu memiliki jaringan komunikasi yang begitu luas hingga mengetahui banyak rahasia dari dunia hiburan.
"Wah, aku penasaran, kali ini rahasia apa yang kau temukan~"
Mereka berdua pun beriringan masuk ke dalam ruang ganti Re: vale, sembari menunggu dipanggil untuk pekerjaan. Momo pun mulai bercerita.
"Jadi, sebenarnya...."
.
.
.
.
Hanya tinggal beberapa hari sebelum Music Hope digelar, seluruh persiapan juga hampir selesai. Panggung yang megah dengan ribuan kursi penonton juga sudah diselesaikan. Apalagi ada begitu banyak balon yang dipasang disana sini, serta hiasan lainnya yang mengelilingi panggung.
Melihat panggung sebesar ini tentu saja akan memberikan kesan yang mendalam tetapi juga tekanan yang kuat kepada setiap idol. Tekanan dimana mereka harus membawakan penampilan yang luar biasa hebatnya juga.
Tapi tidak perlu mengkhawatirkan itu, cukup bertindak seperti biasanya saja, jika mereka senang para fans juga akan senang bersama mereka.
IDOLiSH7 kali ini datang untuk memeriksa lagi seluruh persiapan, baik lagu ataupun tarian mereka sudah sempurna karena mereka terus berlatih di selang-selang padatnya pekerjaan.
"Yah ... Staff nya tidak main-main yah saat bilang panggungnya akan menjadi begitu besar seperti ini." Yamato memijit pelipisnya sendiri begitu melihat panggung yang besar itu.
"Fantastic~ dengan begini kita bisa menari dan bernyanyi dengan bebas~" Nagi mulai merasa tidak sabar dengan Music Hope.
"Uwa! Entah kenapa Aku merasa tertekan." Mitsuki berkomentar sambil memegang dadanya.
"Mikki! Jangan khawatir! Kita cukup seperti biasanya! Seperti biasanya!" Ujar Tamaki dengan senyum lebar di wajahnya, ia juga tidak sabar untuk bisa menari di atas panggung sebesar itu.
"Benar, seperti biasanya." Riku tidak mengalihkan pandangannya dari arah panggung. Ia mulai membayangkan dirinya dan teman-temannya bernyanyi bersama disana, tersenyum lebar kepada para penonton.
"Fyuhh, meskipun begitu ini sangat dingin, padahal baru memasuki awal musim gugur."
"Kau benar Osaka-san, Nanase-san jangan lupa pakai syalmu, jangan sampai kau kedinginan nanti."
"Iya, iya, Iori! aku tahu! Padahal kau tidak perlu mengatakannya, entah kenapa rasanya jadi kesal...." Nada Riku perlahan semakin mengecil, Iori sampai tidak bisa mendengar apa yang diucapkannya di akhir kalimat.
Karena itu meskipun awal musim gugur, hawa dingin terasa begitu pekat, mereka pun dengan cepat kembali masuk ke dalam ruang ganti demi mendapatkan kehangatan.
Di perjalanan Tsumugi datang menghampiri IDOLiSH7, raut wajahnya sulit untuk terbaca, dengan penuh pertimbangan dia pun memanggil Riku.
"Riku-san!"
Riku pun berbalik, begitu juga dengan Anggota IDOLiSH7 lainnya.
"Ya, ada apa manajer?"
Tsumugi sama sekali tidak ingin menatap wajah Riku ataupun anggota IDOLISH7 yang lainnya, ia mengalihkan pandangannya. Matanya sempat bertemu tatap dengan Iori tetapi kemudian ia melarikan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Switched Centers
FanfictionHari itu mereka tertukar seluruhnya. Kehidupan, kebahagiaan, Tubuh Riku dan Tenn bertukar tubuh. Riku menjadi Tenn dan Tenn menjadi Riku Tenn harus bersikap layaknya Riku sehari hari dan Riku harus bertindak selayaknya Tenn sehari hari Sulit menyesu...
