Briel sampai di rumah pada pukul 10 malam. Ada banyak mobil di garasi, mungkin teman abang-abang nya yang menginap. Rasa nya tulang briel remuk semua, dia benar-benar lelah.
"ASSALAMUALAIKUM, briel pulang" lirih nya di kalimat akhir
"waalaikumsalam" jawab serempak orang yang ada di ruang tamu mansion
"kamu dari mana saja sayang" tanya mommy khawatir
"kamu bohong ya, mana mungkin main sama temen tapi tubuh kamu lelah banget kayak gini" daddy memicingkan mata nya curiga
"kalau udah waktu nya briel cerita in, tapi sekarang briel lelah" jawab briel dengan mata yang sayu, tidak seperti biasa nya yang tajam juga dingin
"dek kamu kenapa" tanya vian
"eneng briel teh kunaon?" tanya justin
"gapapa briel?" imbuh leo, danu dan gio hanya menyimak saja
"lelah, abang gendong" lirih briel tak kuasa menahan tubuh nya, lalu dengan sigap di tahan oleh gio yang kebetulan ada di sisi kiri nya. Vian pun mengambil alih tubuh briel
"jangan kecapekan dek" lirih vian sebelum menggendong briel ala bridal style
Setelah meletakkan briel di kamar briel, vian turun ke bawah. Karena masih ada teman nya
"kenapa adek lu" dani bertanya
"kecapekan mungkin, tapi dia ga mau di panggilin dokter" vian menghembuskan nafas nya kasar
"kecapekan bisa gitu ya" justin menimpali
"itu kalo tubuh nya di paksa in" vian menambahi
"hem jadi kasihan" leo mengomteri
"oh" gio berkata dingin
Karena besok hari minggu, vian dkk pun menginap di mansio vian. Kebetulan kamar vian ada di sebelah kamar vian. Gio yang ingin mengambil handphone yang tertinggal di ruang tamu pun mengurungkan niat nya, karena mendengarkan suara rintihan.
"gue masuk ya" ucap gio sebelum memasuki kamar briel
"sakit,,,,shh" ngingau briel
"tidur gih" ucap gio sambil mengelus-elus rambut briel. Posisi nya bersandar pada kepala ranjang, dan briel berbaring. Tanpa di sangka, briel memeluk perut gio, dan mencari posisi nyaman.
"gue kenapa" lirih gio yang merasa badan nya panas dingin, jantung nya berdisko ria, dan tak urung juga bahagia.
Setelah dirasa briel tidur dengan nyenyak, gio pun beranjak dengan sangat hati-hati dari ranjang briel, takut membangunkan nya. Menyelimuti briel sebatas dada dan membisikan kalimat selamat malam.
"wehh kemana aja lu bro" tanya justin
"nah betul apa kata jamal" leo menistakan justin
"heh gue di kasih nama bagus-bagus. Lo malah gitu" sungut justin
"udah, jangan berisik" lerai dani
"nengok briel" jawab gio seada nya
"wah tanda-tanda nih" goda vian
"lu kira mau kiamat apa" ceplos justin dan dihadiahi pelototan tajam semua kawan nya kecuali gio
"your mouth!" leo menggeplak cangkem eh bibir justin
"tidor nyok, jangan bergadang" ajak dani
Dan mereka pun tertidur dengan vian dan gio yang di ranjang, dani di sofa, justin dan leo ber alas kan karpet bulu tebal dan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Teen Fictiondia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
