welcome opa

19 4 0
                                        

Briel menahan tawa sebab kejadian tadi, bahkan di pintu mansion keluarga nya pun briel menutup mulut nya dengan wajah yang memerah menahan tawa. Sedangkan gio memasang muka datar bercover gembel, jiakh

"kenapa hem?" tanya seseorang, waitt. Tunggu, ini kan seperti..

"welcome opa" briel lebih suka memeluk opa nya daripada kedua orang tuanya, bukti nya briel sekarang tengah berhambur ke pelukan opa

"siapa yang kamu pungut ini?" tanya daddy dan mendapatkan cubitan dari mommy

"dari pengungsian mana?" tanya vian, dan membuat wajah briel semakin memerah dengan telinga yang ikut memerah

"iya, gembel mana yang gagah ini?" cukup miskah, briel pun tertawa hingga mengeluarkan air mata. Ntah suasana hati nya yang baik atau bagaimana, hari ini ia lebih banyak tersenyum dan tertawa.

Hiks, haha, ehm, pfft, bwahaha, ehemm

"c'mon all this is gio" briel tengah selonjoran di karpet

"o..oh hehe bersih-bersih dulu yok" vian berdehem

"mom, dad, em opa gio ke atas" perlahan gio si manusia es pun bisa mengobrol lebih lama

"silahkan, pfft" opa yang biasa nya berwibawa pun kembali menyemburkan tawa nya yang di tahan

"udah opa, shut" mommy mengisyaratkan karena yakin gio pun tengah malu

"ceritain em queen" daddy ragu, karena biasa nya keluarga athanius memanggil briel dengan princess

"kalau di luar briel emang queen, tapi kalo di keluarga briel akan tetap menjadi princess kalian" briel merebahkan tubuh nya diatas karpet

"princess kita sudah bisa bicara panjang dan juga tertawa ya" opa mengangkat briel ala bridal style lalu mendudukkannya di sofa

"briel kan udah ceritain kemarin-kemarin lewat telepon" briel memutar bola mata nya malas dan mengambil setoples camilan yang berisi choco crunch

"haha iya. Nanti opa kasih hadiah spesial" briel pun mengangguk karena hadiah nya pasti tidak jauh dari senjata, mantra, dan barang antik

"cih pilih kasih"gurau vian diikuti oleh gio yang sudah kembali tampan

"apaan si" briel menggeplak tangan vian yang hendak mencomot choco crunch nya

"pelit amat, amat aja ga pelit" vian mendengus dan duduk di samping briel, sedangkan gio duduk di sofa single

"kan gini ganteng nya kelihatan" opa menepuk bahu gio, karena ia sudah tahu bahwa gio ini multi talent dan sedikit rahasia nya

"tadi persis gembel" gio menjelekan diri nya sendiri, uwaww amazing

"kalau saya punya anak perempuan, saya akan jodohkan kamu dengan dia haha" opa terkekeh, bagaimana tidak tampan?. Gio memakai celana panjang hitam, sweater leher tinggi (argh apasi nama nya high neck?) berwarna maroon dengan bagian lengan di gulung sebatas bawah siku

"cucu ada, ngapain mikirin anak" celetuk daddy, sedangkan briel langsung terbatuk-batuk dan segera berlari menuju lift untuk kedapur, memang opa memiliki anak 1 yaitu daddy alex, sebenarnya 2 namun karena insiden masa silam

"hust, anak nya keselek itu lo" mommy menyusul briel

"halo zeze imut datang!" pekik gadis imut yang memiliki kalung salib di leher nya

"duduk dulu ze" daddy mempersilahkan

"siap komandan"bukan nya duduk di sofa melainkan langsung duduk di karpet sambil mencomot keripik kentang

SHE FOR HIM (hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang